Kamis, 04 Agustus 2011

Selamat datang di Negeri Impian sang Guru

Sekarang ini semangkin banyak saja orang-orang yang berpikir pragmatis ( mangkanya disebut era generasi pragmatis ), bahkan dari segi moralpun mereka lebih memilih memandang sesuatu permasalahan itu secara pragmatis saja.

Ketika seorang teman melakukan suatu tindakan yang selama ini di'amini bahwa tindakan tersebut adalah tindakan yang baik, mungkin saja teman yang lain berargumen 'ah, itu kan baik menurut anda, tapi menurut kelompok yang lain belum tentu baik.
Ketika seorang berandalan kecil melakukan kejahatan dalam tanda petik, ada aja argumen dari para orang pinter untuk membenarkan tindakan berandalan tersebut 'ah, dia melakukan itu karena terhimpit ekonomi, dia ndak salah, presidennya yang buruk, politisinya pada brengsek, dsb, dsb.....

Sekarang ini jika anda berniat berselancar di dunia filosofi tentang kebaikan dan kejahatan, maka anda akan semangkin semu memahami makna dua kata itu, begitu tipiskah perbedaanya..... pelacuran, perompakan, pembunuhan menjadi perbuatan yang baik jika itu dilakukan di somalia.... dengan gaya bahasa yang nakal , mungkin Tuhan saja "bingung mengadili manusia jaman sekarang ini.

Apakah itu benar ? benarkah itu ...........
Read More...