Jumat, 04 Maret 2011

Ujian Nasional Teori Kejuruan SMK setengah hati ?



Naskah Soalnya memang dari pusat, namun turun ke sub rayon hanya dalam bentuk master soal. Penggandaan naskah dan LJK serta tetek bengek administrasi lainnya diserahkan pada sub rayon.
Belum lagi koreksinyapun diserahkan pada sekolah masing-masing ?
Semakin menggelikan saja kebijakan UN tahun ini terutama yang berkaitan dengan Sekolah-sekolah kejuruan.
Penangangan kerahasiaan negara dibuat seolah-olah serius dengan selalu dikawal pihak keamanan. Namun pengelolaan naskah soalnya begitu amburadul. Dimana lagi nilai kesakralan Ujian Nasional selama ini.
Pemerintah jika hendak menyerahkan keseluruhan standar lulusan kepada sekolah masing-masing hendaknya tidak setengah-setengah seperti ini.
Anak didik sekarang ini dipastikan lulus semua baik yang serius maupun yang main-main, karena tidak ada sekolah yang berorientasi pada mutu keluaran. 40 % bobot nilai lulusan diserahkan pada sekolah yang belum kuasa menerima derajat yang tinggi alias "ora kuat nyonggo drajat" , sementara 60 % dari ujian nasional yang dilaksanakan ala kadarnya... dengan melibatkan pihak perguruan tinggi, yang hanya akan menambah biaya anggaran yang disedot dari kas negara untuk sebuah proyek pendidikan yang hanya abal-abal...

menangislah nurani sang Guru...


Artikel Terkait: