Kamis, 25 November 2010

Susu Kedelai

Pendahuluan
Susu Kedelai merupakan produk olahan kedelai yang diperoleh dari ekstraksi biji kedelai menggunakan air sebagai pelarutnya, kemudian disaring dan dipress untuk memisahkan ekstrak dari ampasnya. Ekstrak yang diperoleh dinamakan sari kedelai datau susu kedelai.
Protein susu kedelai mempunyai susunan asam amino yang mirip seperti susu sapi sehingga sangat baik untuk pengganti susu sapi bagi yang alergi terhadap susu sapi.
Syarat mutu susu kedelai yang baik dan layak untuk dikonsumsi adalah :
  • Bebas dari rasa dan bau langu
Timbulnya rasa langu disebabkan oleh kerja enzim lipoksigenase yang terdapat dalam biji kedelai. Untuk menghilangkan rasa dan bau langu dapat dilakukan dengan cara :
  1. a. Merendam kedelai dalam air panas (suhu 80oC) selama 10-15 menit sebelum kedelai digiling
  2. Menggunakan air panas (suhu 80oC-100oC) pada saat penggilingan kedelai

  • Bebas anti tripsin
Agar bebas anti tripsin, kedelai direndam dalam air atau larutan NaHCO3 0,5% selama semalam (8 jam - 12 jam) yang diikuti dengan blanching menggunakan air mendidih selama 30 menit

  • Tidak mudah mengendap
Untuk mendapatkan susu kedelai yang stabil dan tidak mudah mengendap dapat dilakukan dengan cara :
  1. Pengaturan suhu pengolahan dan penyimpanan
  2. Menambahkan bahan penstabil komersial seperti CMC ( Carboxy Methyl Cellulose )
  3. Pengaturan kadar protein

Untuk mendapatkan susu kedelai yang baik ( tidak menggumpal pada waktu dipanaskan ) maka kadar protein susu kedelai harus lebih rendah dari 7%. Keadaan ini dapat diperoleh dengan penambahan air pada bubur kedelai hasil penggilingan sehingga rasio perbandingan air dengan kedelai menjadi 10:1

Karakteristik Bahan
  • Kedelai
Kedelai yang baik untuk diolah adalah kedelai yang sudah cukup tua, tidak tercampur dengan benda asing, tidak berjamur, tidak berbau minyak tanah, minyak goreng dan bau-bauan yang lain
  • Air
Air yang digunakan harus memenuhi syarat sebagai air minum yaitu jernih, tidak berwarna, tidak berbau dan syarat lainnya yang sudah ditetapkan dalam standar air minum
  • Gula Pasir
Gula pasir dipilih yang putih, kering, bebas kotoran. Gula yang ditambahkan 8-40% dari volume susu kedelai
  • Bahan Penstabil
Bahan penstabil yang biasa digunakan adalah CMC. Jumlah CMC yang digunakan berkisar 0,1 % – 0,2 % dari volume susu kedelai. Fungsinya adalah untuk mencegah pengendapan
  • Eseense
Jumlah essense yang digunakan berkisar 0,01% dari volume susu kedelai atau disesuaikan dengan selera konsumen
  • Sodium Bikarbonat
Digunakan untuk menghilangkan zat anti tripsin pada susu kedelai. Konsentrasi larutan soda kue berkisar 0,25 % - 0,5 %
  • Garam
Digunakan sebagai pemantap rasa pada susu kedelai. Jumlah yang digunakan kurang lebih 0,5 % dari volume susu kedelai. Garam yang digunakan adalah garam dapur yang putih dan bersih

Alat dan Bahan
Bahan :
- Kedelai bersih 500 gr
- Larutran Soda Kue 0,2 % 1500 ml
- Air panas 5 liter
- Gula pasir 500 gr
- Essense secukupnya
- Garam 10 gr

Alat :
- Timbangan
- Alat ukur volume
- Kain saring
- Saringan
- Panci besar
- Pengaduk
- Blender
- Kompor

Cara pembuatan
  1. Kedelai dipilih dan dibersihkan dari kotoran
  2. Kedelai yang sudah dibersihkan ditimbang sebanyak 500 gr
  3. Kedelai sebanyak 500 gr tersebut dicuci dan direndam dalam larutan soda kue 0,25 % sebanyak 1,5 liter selama 8-12 jam
  4. Cuci dan tiriskan kemudian direbus selama 15 menit
  5. Angkat dan tiriskan kedelai rebusan tadi
  6. Kedelai yang sudah direbus dan ditiriskan kemudian dihaluskan dengan blender menggunakan 2 liter air panas, maka akan terbentuk bubur kedelai
  7. Bubur kedelai yang dihasilkan selanjutnya direbus dengan sisa air panas 3 liter selama 15 menit sambil diaduk
  8. Angkat dan saring bubur kedelai tadi sehingga akan diperoleh ampas dan sari kedelainya
  9. Tambahkan gula dan garam ke dalam sari kedelai
  10. Selanjutnya pasteurisasikan pada suhu 90oC – 100oC selama 20 menit sambil diaduk kemudian tambahkan essense
  11. Angkat dan kemas susu kedelai yang sudah jadi dengan gelas atau botol plastik yang sudah disterilisasi dan siap untuk dikonsumsi atau dipasarkan
(materi diklat Teknik Pengolahan Hasil Pertanian kerjamasa Disnaker dan SMKN 1 Trenggalek)

Pembuatan Nata de Coco dari Air Kelapa
Mengubah angka nilai rapor ke nilai huruf dengan bantuan MS EXCELL
Read More...

Kamis, 11 November 2010

DAFTAR PROGRAM DIKLAT KOMPETENSI DASAR ALIH FUNGSI DI P4TK BIDANG BANGUNAN DAN LISTRIK TAHUN 2010

Beberapa bulan terakhir ini PPPPTK mempunyai gawe diklat alih fungsi guru-guru Normatif Adaptih yang akan beralih fungis menjadi guru-guru produktif...

Read More...