Kamis, 30 September 2010

Menyelenggarakan Indonesia

http://www.srimulyani.net/ , Sri Mulyani adalah Srikandi Indonesia yang banyak menginspirasi kita semua untuk menjadi manusia Indonesia yang lebih baik. Berikut sebuah tulisan pendek daro homepage ibu Sri Mulyani


Ketika pak Karno sang Proklamator memimpin, dari sejarah saja semua orang tahu, akan dibawa kemana negeri ini. Demikian Juga zaman pak Harto. Anak yang masih SD pun tahun visi beliau yang ingin membawa Indonesai tinggal landas menuju teknologi tinggi berdasarkan Pancasila. Nah, sekarang, pasca reformasi yang sudah sekian presiden telah memimpin kita. Bahkan pak Bupati saja tidak tahu, akan dibawa keman Negeri tercinta ini....

Berguru kepada Matahari

Kemerdekaan Indonesia tanggal 27 Desember 1949 ?

Read More...

Debat Islam-Kristen paling bermutu tentang ilmu pengetahuan

untuk melihat video streaming-nya klik disini


Debat yang dilakukan secara terbuka dan menggunakan akal sehat serta kepala dingin tentu sangat berguna bagi peradaban manusia di abad modern ini. Silakan anda menyimak dan tidak usah disimpulkan mana yang benar dan mana yang slah, karena mengenai keimanan bukanlah sekedar penggunaan akal sehat semata. Semoga berguna...

Angin yang mengawinkan ?

AYAT - AYAT AL - QURAN YANG MENYATAKAN KEMENANGAN AKAN NILAI-NILAI MORAL ISLAM

Read More...

Selasa, 28 September 2010

Perawatan & Perbaikan Setrika Listrik, Hair Dryer, dan Blender

Materi KBM kelas XI TITL pada hari Rabu tanggal 29 September 2010 Standar Kompetensi Merawat dan Memperbaiki Alat Listrik Rumah Tangga :


Download materi ini

Penggunaan Peralatan Tangan untuk Pekerjaan Mekanik Elektro

Perawatan dan Perbaikan Mixer dan Pemanggang Roti

Read More...

Senin, 27 September 2010

Kamis, 23 September 2010

Anakku, jangan jadi Insinyur !

kata pakdemu negara ini tidak menghargai para engineer,
terbukti, mbahnya insinyur, profesor habibie lebih kerasan ndik Jerman,
beliau disia-siakan di sini,


anakku, jangan jadi insinyur,
kata pakdemu, negara lebih menghargai para kutu kupret dan kadal buntung di senayan,
karena itu, dimanapun kau berjalan di penjuru negeri baunya busuk,


lebih baik kau ambil jurusan hukum atau sospol,
paling tidak engkau bisa bergaul dengan para kutu kupret,
paling enggak engkau bisa mengibul seperti kadal buntung,
paling tidak engkau bisa mencari sesuap nasi atau sedikit berlebih di negerimu ini,


anakku, jangan jadi insinyur,
bukan bapakmu menyarankan engkau menjadi kutu kupret atau kadal buntung,
bapakmu hanya menyarankan engkau dapat bergaul dengan mereka,
bapakmu ini hanya berusaha realistis, bagaiman menyikapi hidup di bumi para kutu kupret,
karena jadi engineer hatinya terlalu lugu dan logis,
bisa-bisa, engkau nanti bagaikan rusa bodoh memasuki perkampungan kucing garong,
menjadi sipecundang yang terbodohi, padahal engkau pintar,


anakku, jangan jadi insinyur,
tapi jika engkau tidak mampu juga bergaul dengan mereka,
gak papa engkau menjadi tukang sayur saja,
tapi jangan alergi dengan formalin dan bahan pengawet,
kadang jangan hiraukan hati nurani,
engkau butuh survive, walaupun dengan meracuni banyak orang,
mudah-mudahan yang kau racuni para kutu kupret itu,


anakku, jangan jadi insinyur,
jangan jadi insinyur..

Bersabarlah saudaraku, Allah bersama kita...

Renungan sang Piket
Read More...

Bersabarlah saudaraku, Allah bersama kita...

bukan saja masalah hukum yang terjungkir-balik,
tetapi tatanan yang baik berusaha dihancurkan pula,

mereka membawa bendera demokrasi dan toleransi agama,
ya, demokrasi dan toleransi untuk mereka, sementara,

cap bar-bariaanis untuk mayoritas yang sebenarnya sangat toleran ini,
abu bakar baasyir dan kaum puritan akan terus dipelihara,
sebagai penetrasi terhadap target yang lebih besar,
semakin gamblang bagaimana gerakan mereka,
ada hubungan yang unik antara kaum puritan yang bodoh dan misi mereka,

sementara otak dan mentalitas generasi kita diracuni,
maka sudah lumrah generasi ini semakin kabur menganalisa kejadian sebenarnya,
generasi ini tidak tahu mengenai gambar besarnya,
dininabobokkan oleh blackberry dan corby,

tetapi,

bersabarlah saudaraku,
tali yang kuat ini milik Allah semata,
jangan kuatir akan putus oleh badai sebesar apapun,
kuatkan hati dan iman, dimulai dari anak-anak kita,
anak-anak kita adalah pilar masyarakat kita di masa depan,

mungkin saja kita yang tua ini tidak mampu menjaga Tali Allah tetap lurus,
semoga anak-anak kita mampu,
namun, walaupun mereka tidak mampu jua,
kita tidak perlu takut tali itu akan putus,
biarlah Allah sendiri yang akan meluruskan,

kita hanya perlu siap menerima keputusan Nya yang tidak tebang pilih,

Negeriku sayang, Negeriku malang

Anakku, jangan jadi Insinyur !

Read More...

Sabtu, 18 September 2010

Negeriku sayang, Negeriku malang

setiap kezaliman sebenarnya sudah ditentang habis dengan energi yang cukup besar,
tapi, sepertinya penguasa tahu betul kelemahan kami,
tidak perlu bedil dan kekangan seperti dulu lagi,
biarkanlah waktu yang menyelesaikannya, nanti berlalu juga,
nanti, mereka juga kan lupa,
sampai kering tenggorokan kami, capek, kezaliman itu tiada berhenti juga,

penguasa telah mempertontonkan pelajaran yang buruk bagi generasi kami,
tentang hebatnya karakter 'mbudeg', 'micek, dan 'mbisu',
tiada lagi perdagangan yang bertransaksi hati nurani di negeri ini,
orang lemah, mulutnya selemah lututnya,
oleh karena, biarkan saja waktu yang menyelesaikannya, nanti berlalu juga,
nanti, mereka juga kan lupa,

tiada lagi tangan kuat yang melawan kezaliman,
mulut-mulut yang garang diseputar bundaran HI,
hanyalah selemah-lemah iman,
maka biarkan saja, selamanya penguasa adalah yang terkuat di negeri ini,
nanti jika mulut-mulut itu mulai berbahaya,
luncurkan bom-bom kasus yang lain,
sehingga momentum mereka menjadi ambyar,
biarkan saja waktu yang menyelesaikannya, nanti berlalu juga.
nanti, mereka juga kan lupa,

maka tiada pernah ada penyelesaian pada setiap kasus,
namanya saja juga kezaliman,
ia akan menumpuk di perut ibu pertiwi,
alam yang menangis akan melipat gandakan dendam,
orang-orang kecil melata dan meratap di perut sang ibu,

negeri yang malang, hanya menunggu kejenuhan terjadi,
bak bisul yang menunggu meletus,
negeriku tidak akan pernah mengalami penyelesaian yang elegance pada setiap permasalahannya,
tidak ada bedanya kezaliman penguasa dan rakyat kecil yang putus asa,
ibu pertiwi juga yang menerima bebannya,

Bersabarlah saudaraku, Allah bersama kita...

Encouragement

HARI RAYA YANG ISTIMEWA

Read More...

Selasa, 14 September 2010

HARI RAYA YANG ISTIMEWA

Berikut ini kami sadurkan sebuah Khotbah Hari Raya Idul Fitri yang dilaksanakan di lapangan desa Suruh kec. Suruh Kab. Trenggalek, yang garis besarnya adalah berupa kepedulian sosial di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang semakin Individualistik.

Semoga bermanfaat :



Negeriku yang malang

Read More...

Kamis, 09 September 2010

Negeriku yang malang

setiap kezaliman sebenarnya sudah ditentang habis dengan energi yang cukup besar,
tapi, sepertinya penguasa tahu betul kelemahan kami,
tidak perlu bedil dan kekangan seperti dulu lagi,
biarkanlah waktu yang menyelesaikannya, nanti berlalu juga,
nanti, mereka juga kan lupa,
sampai kering tenggorokan kami, capek, kezaliman itu tiada berhenti juga,

penguasa telah mempertontonkan pelajaran yang buruk bagi generasi kami,
tentang hebatnya karakter 'mbudeg', 'micek, dan 'mbisu',
tiada lagi perdagangan yang bertransaksi hati nurani di negeri ini,
orang lemah, mulutnya selemah lututnya,
oleh karena, biarkan saja waktu yang menyelesaikannya, nanti berlalu juga,
nanti, mereka juga kan lupa,

tiada lagi tangan kuat yang melawan kezaliman,
mulut-mulut yang garang diseputar bundaran HI,
hanyalah selemah-lemah iman,
maka biarkan saja, selamanya penguasa adalah yang terkuat di negeri ini,
nanti jika mulut-mulut itu mulai berbahaya,
luncurkan bom-bom kasus yang lain,
sehingga momentum mereka menjadi ambyar,
biarkan saja waktu yang menyelesaikannya, nanti berlalu juga.
nanti, mereka juga kan lupa,

maka tiada pernah ada penyelesaian pada setiap kasus,
namanya saja juga kezaliman,
ia akan menumpuk di perut ibu pertiwi,
alam yang menangis akan melipat gandakan dendam,
orang-orang kecil melata dan meratap di perut sang ibu,

negeri yang malang, hanya menunggu kejenuhan terjadi,
bak bisul yang menunggu meletus,
negeriku tidak akan pernah mengalami penyelesaian yang elegance pada setiap permasalahannya,
tidak ada bedanya kezaliman penguasa dan rakyat kecil yang putus asa,
ibu pertiwi juga yang menerima bebannya,

Encouragement

HARI RAYA YANG ISTIMEWA

Read More...