Sabtu, 26 Juni 2010

PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU

Sajian pendek ini dimaksudkan sebagai pengantar untuk menempatkan secara proporsional profesi guru dalam konteks profesionalisasi keguruan. Hajatnya sederhana, bila dikehendaki atau menghendaki guru diterima dan diakui sebagai profesi, maka para guru sendiri harus memahami apa sebenarnya makna dan bagaimana tanggungjawab profesional itu.



Berguru Ke Matahari

Read More...

Jumat, 25 Juni 2010

Berguru Ke Matahari

Seorang guru seharusnya memiliki watak delapan benda langit, yaitu :

  1. Matahari yang menumbuhkan daya hidup orang yang dipimpin,
  2. Bulan yang lembut dan penuh harapan
  3. Bintang yang menjadi teladan dan pedoman dalam kehidupan
  4. Langit yang berjiwa besar
  5. Angin yang harus manunggal sehingga mengerti betul dengan aspirasi
  6. Api yang menghangatkan suasana dan tegas
  7. Samudra yang harus bijaksana dan menyejukan
  8. Tanah yang harus bersikap teguh, murah hati dan suka beramal
Guruku, selalu semangat dalam memberikan kontribusi kecil kepada perbaikan moral bangsa ! walaupun diluar sana begitu banyak yang berusaha merusak kerjamu !

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN yang EFEKTIF

PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU

Read More...

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN yang EFEKTIF

Berikut ini kami sampaikan model-model pembelajaran yang mungkin berguna bagi bapak ibu guru sekalian. Postingan terbagi menjadi 2 bagian dikarenakan banyaknya model-model pembelajaran tersebut.



Berguru Ke Matahari

Solusi pembelajaran internet TIK atau KKPI di sekolah yang belum terpasang jaringan internet

Read More...

Kejawen ?

JAWA dan kejawen seolah tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Kejawen bisa jadi merupakan suatu sampul atau kulit luar dari beberapa ajaran yang berkembang di Tanah Jawa, semasa zaman Hinduisme dan Budhisme. Dalam perkembangannya, penyebaran islam di Jawa juga dibungkus oleh ajaran-ajaran terdahulu, bahkan terkadang melibatkan aspek kejawen sebagai jalur penyeranta yang baik bagi penyebarannya. Walisongo memiliki andil besar dalam penyebaran islam di Tanah Jawa. Unsur-unsur dalam islam berusaha ditanamkan dalam budaya-budaya jawa semacam pertunjukan wayang kulit, dendangan lagu-lagu jawa , ular-ular ( putuah yang berupa filsafat), cerita-cerita kuno, hingga upacara-upacara tradisi yang dikembangkan,khususnya di Kerjaan Mataram (Yogya/Solo).

Dalam pertunjukan wayang kulit yang paling dikenal adalah cerita tentang Serat Kalimasada (lembaran yang berisi mantera/sesuatu yang sakral) yang cukup ampuh dalam melawan segala keangkaramurkaan dimuka bumi. Dalam cerita itu dikisahkan bahwa si pembawa serat ini akan menjadi sakti mandraguna. Tidak ada yang tahu apa isi serat ini. Namun diakhir cerita, rahasia dari serat inipun dibeberkan oleh dalang. Isi serat Kalimasada berbunyi “Aku bersaksi tiada Tuhan Selain Allah dan Aku bersaksi Muhammad adalah utusan-Nya” ,isi ini tak lain adalah isi dari Kalimat Syahadat.

Dalam pertunjukan wayangpun sang wali selalu mengadakan di halaman masjid, yang disekelilingnya di beri parit melingkar berair jernih. Guna parit ini tak lain adalah untuk melatih para penonton wayang untuk wisuh atau mencuci kaki mereka sebelum masuk masjid. Simbolisasi dari wudu yang disampaikan secara baik.

Dalam perkembangan selanjutnya, sang wali juga menyebarkan lagu-lagu yang bernuansa simbolisasi yang kuat. Yang terkenal karangan dari Sunan Kalijaga adalah lagu Ilir-Ilir. Memang tidak semua syair menyimbolkan suatu ajaran islam, mengingat diperlukannya suatu keindahan dalam mengarang suatu lagu. Sebagian arti yang kini banyak digali dari lagu ini di antaranya :

Tak ijo royo-royo tak senggoh penganten anyar : Ini adalah sebuah diskripsi mengenai para pemuda, yang dilanjutkan dengan,

Cah angon,cah angon, penekna blimbing kuwi, lunyu-lunyu penekna kanggo seba mengko sore : Cah angon adalah simbolisasi dari manusia sebagai Khalifah Fil Ardh, atau pemelihara alam bumi ini (angon bhumi). Penekno blimbing kuwi ,mengibaratkan buah belimbing yang memiliki lima segi membentuk bintang. Kelima segi itu adalah pengerjaan rukun islam (yang lima) dan Salat lima waktu. Sedang lunyu-lunyu penekno , berarti, tidak mudah untuk dapat mengerjakan keduanya (Rukun islam dan salat lima waktu) ,dan memang jalan menuju ke surga tidak mudah dan mulus. Kanggo sebo mengko sore, untuk bekal di hari esok (kehidupan setelah mati).

Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane : Selagi masih banyak waktu selagi muda, dan ketika tenaga masih kuat, maka lakukanlah (untuk beribadah).

Memang masih banyak translasi dari lagu ini, namun substansinya sama, yaitu membumikan agama,menyosialisasikan ibadah dengan tidak lupa tetap menyenangkan kepada pengikutnya yang baru.

Filsafat Ilmu

Semua ilmu adalah sama


Read More...

Senin, 21 Juni 2010

Mengubah angka nilai rapor ke nilai huruf dengan bantuan MS EXCELL

Akhir tahun pelajaran, saatnya memberikan laporan perkembangan belajar siswa ke masing-masing orang tua sebagai pertanggungjawaban guru kepada clientnya....
entah itu dalam bentuk rapor, KHS maupun transkrip. Mungkin ini adalah pekerjaan yang cukup menjemukan khususnya bagi para wali kelas. Apabila kita mengerjakan pelaporan diatas dengan bantuan MS Excell, mungkin membantu sedikit, tetapi sering juga harus dibuat pusing manakala harus merubah nilai angka menjadi nilai huruf. Dengan kesabaran penuh biasanya sang wali mengetik satu persatu...

contoh :

nilai 7,75 harus di hurufkan Tujuh koma Tujuh Lima....

duh, capeknya , apalagi klo harus ngerjaian sampe 36 siswa... :((

bagi beberapa guru yang sudah sedikit mengerti formula, juga masih dibingungkan pakai formula apa, karena paling paling pengetahuan tertingginya sebatas fungsi IF, atau mungkin sampai CONCENATE... apa itu... bingung aku...

nah, bapak ibu guru wali yang tercinta, marilah kita buat function secara user defined aja dengan bermain-main Visual basic dari macro... jangan keburu bilang, duh sulitnya !

Enggak koq, gampang sekali, ikuti petunjuk berikut :
  • klik tool pada menu bar,
  • pilih macro
  • pilih visual basic editor, maka akan muncul jendela VBE
  • klik insert di menu bar VBE pilih module, maka akan muncul code editor kita, nah sekarang downloadlah script berikut (klik disini) terlebih dahulu :
  • sehabis anda download bukalah file download dengan notepad, kemudian silakan dikopi (block klik kanan copy)
  • kembali ke VBE editor, silakan anda paste script yang telah anda copy di code editor... sudah ? maka anda sudah mempunyau fungsi tersendiri dengan nama terbilang
  • klik file dan pilih close and return to excell
  • pilihlah cell dimana anda ingin memberi nilai huruf, biasanya disamping kanan nilai angka kan ?
  • kemudia klik insert, pilih pilih function, pilih user defined, pilih terbilang
  • akan muncul jendela terbilang, kemudian sorotlah nilai angka, kemudian oke,
  • insyaallah kalau lancar, nilai angka anda akan secara otomatis berubah menjadi nilai huruh,
ok, selamat mencoba semoga sukses...

Tutorial Macomedia Flash 8

Read More...

Jumat, 18 Juni 2010

PENGETAHUAN AL QUR'AN

Semua yang telah kita pelajari sejauh ini memperlihatkan kita akan satu kenyataan pasti: Al Qur'an adalah kitab yang di dalamnya berisi berita yang kesemuanya terbukti benar. Fakta-fakta ilmiah serta berita mengenai peristiwa masa depan, yang tak mungkin dapat diketahui di masa itu, dinyatakan dalam ayat-ayatnya. Mustahil informasi ini dapat diketahui dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi masa itu. Ini merupakan bukti nyata bahwa Al Qur'an bukanlah perkataan manusia.

Al Qur'an adalah kalam Allah Yang Maha Kuasa, Pencipta segala sesuatu dari ketiadaan. Dialah Tuhan yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Dalam sebuah ayat, Allah menyatakan dalam Al Qur'an "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (Al Qur'an, 4:82) Tidak hanya kitab ini bebas dari segala pertentangan, akan tetapi setiap penggal informasi yang dikandung Al Qur'an semakin mengungkapkan keajaiban kitab suci ini hari demi hari.

Apa yang menjadi kewajiban manusia adalah untuk berpegang teguh pada kitab suci yang Allah turunkan ini, dan menerimanya sebagai satu-satunya petunjuk hidup. Dalam salah satu ayat, Allah menyeru kita:

"Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat." (Al Qur'an, 6:155)

Dalam beberapa ayat-Nya yang lain, Allah menegaskan:

"Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir." (Al Qur'an, 18:29)

"Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan, maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya." (Al Qur'an, 80:11-12)

Read More...

Selasa, 15 Juni 2010

Membuat Media Belajar Interaktif dengan Swishmax sangat asyik

Bagi beberapa temen guru yang sudah familiar dengan pemrograman komputer khususnya untuk design web tentu tidak asing lagi dengan swishmax.

Swishmax, sebuah software sederhana yang sangat powerfull dan mudah dipelajari, sangat berguna bagi bapak ibu guru yang ingin terus mengembangkan diri dalam pembuatan media-media belajar secara digital.

misalnya apabila kita ingin membuat soal latihan interaktif seperti berikut ini :


untuk membuat media interaktif diatas jangan membayangkan sebuah program yang rumit. Dan pada kenyataanya adalah mudah sekali. Dengan sedikit belajar swishmax kita dapat membuat berbagai macam media belajar, mulai soal interaktif, animasi fisika, tutorial video, dan sebagainya.

Syarat untuk memulai belajar swishmax, tentu saja harus mempunyai software master dari swishmax. Pada kesempatan ini walaupun pak Guru tahu ini melanggar HAKI dari pemegang hak cipta, NISG bersedia memberikan software Swismax ini secara gratis, atau mungkin anda juga dapat mengunduhnya dari berbagai situs penyedia, tentu saja harus dengan sabar mencari yang gratisan, hehe...

Apabila anda sudah menginstall swishmax di komputer anda, tidak perlu ragu langsung aja buka program tersebut. Sebenarnya jika anda sudah pernah bermain dengan software2 pengolah video, swishmax hampir sama saja, hanya diberi tambahan bahwa kita diperkenankan mengolah dengan script-script program komputer.

NISG juga bersedia memberikan bantuan latihan belajar swishmax baik secara online maupun tatap muka, dan dijamin semuanya diberikan dengan gratis dan penuh cinta.

so, kenapa bapak-ibu guru malas untuk berkembang ? majulah guru-guru indonesia...

Memimpikan PSB yang kredible dan transparan

Solusi pembelajaran internet TIK atau KKPI di sekolah yang belum terpasang jaringan internet

Read More...

Senin, 14 Juni 2010

Memimpikan PSB yang kredible dan transparan

Semua tahu bahwa setiap warga negara berhak untuk menyekolahkan anaknya di sekolah negeri dan mendapatkan fasilitas subsidi dari pemerintah.

Akan tetapi sebuah sekolah dengan jumlah peminat luar biasa dan melebihi kuota, maka mau tidak mau harus mengadakan proses seleksi dengan kriteria tentu saja sesuai kebutuhan sekolah tersebut walaupun tetap harus mempertimbangkan petunjuk pelaksanaan dari dinas kabupaten maupun propinsi.

Pertanyaannya adalah apa kriteria untuk melakukan seleksi yang valid dari peserta didik baru ?
Sesuatu yang sungguh membuat miris adalah, justru guru-guru sendiri sebagai garda terdepan di dunia pendidikan mempunyai tingkat kepercayaan yang rendah pada hasil Ujian Nasional ?
Diakui atau tidak, ada rasa kurang sreg jika NUN dijadikan satu satunya acuan untuk melakukan seleksi peserta didik baru.

Beberapa sekolah melakukan test tersendiri untuk calon siswa barunya. Akan tetapi juga seberapa bermutu bobot soal yang dibuat oleh guru-guru lokal tersebut, dan apakah dalam pembuatan soal juga mengacu pada kompetensi akhir tingkat sekolah dibawahnya ?
Kenapa anda lebih percaya pada hasil uji anda sendiri yang kebanyakan anda lakukan dengan serampangan daripada percaya pada hasil NUN yang bersettifikat BSNP ?
aneh, sungguh aneh....

Beberapa sekolah melakukan test wawancara pada orang tua maupun peserta, yang dengan ini sudah memberikan imej yang sangat buruk di masyarakat, bahwa ujung-ujungnya dari wawancara tersebut adalah duit ?

Sebenarnya ada sistem yang baik yang dilakukan beberapa sekolah dengan penelusuran bakat minat calon peserta didik yang memberikan porsi besar penilaian pada hasil rapor selama peserta bersekolah pada jenjang pendidikan dibawahnya.
Nilai rapor seburuk apapun sistem pengajaran di sekolah yang bersangkutan sebenarnya merupakan gambaran nyata dari perkembangan belajar dari calon siswa. Seorang guru semalas apapun insyaallah tidak akan pernah salah menilai seorang siswa selama 3 tahun, paling tidak penilain kelompok mata pelajaran.

Maka alangkah indahnya jika kita memberikan penghormatan hasil kerja teman-teman guru selama 3 tahun dengan bukti rapor tersebut yang dikombinasikan dengan perolehan NUN dari calon peserta.

Katakanlah bahwa rapor adalah seleksi awal dengan diberi bobot minimal untuk diterima pada sekolah jenjang berikutnya untuk mendapatkan nominasi dari peringkat NUN.
Hal ini akan mengantisipasi lolosnya siswa yang sebenarnya prestasi selama sekolahnya rendah, tetapi karena kemampuan magijnya mampu mendapatkan hasil NUN yang tinggi.

Bagaimanapun... sebagaimana ruh pendidikan itu sendiri, bahwa proses adalah jauh lebih penting daripada hasil, para guru tidak pernah mengajarkan pada anak didiknya untuk mendapatkan sesuatu secara instan dan karbitan, kecuali guru yang agak gila... hehee...

jadi, mengapa rapor justru tidak dipertimbangkan dalam petunjuk teknis maupun pelaksanaan pada edaran dari dinas kabupaten maupun propinsi ?
mungkin para birokrat pendidikan itu terlalu sibuk dengan proyek-proyeknya, sehingga melupakan esensi dari dunia pendidikan itu...

hanya untuk direnungkan, syukur-syukur bisa dilaksanakan...

Spiritual Islam Selamatkan Dunia

Membuat Media Belajar Interaktif dengan Swishmax sangat asyik

Read More...

Minggu, 13 Juni 2010

Islam: Agama yang Berkembang Paling Pesat di Eropa

Selama 20 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 juta; sekarang, angka ini telah mencapai 1,5 miliar. Kini, setiap empat orang salah satunya adalah Muslim. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus bertambah dan Islam akan menjadi agama terbesar di dunia. Peningkatan yang terus-menerus ini bukan hanya dikarenakan jumlah penduduk yang terus bertambah di negara-negara Muslim, tapi juga jumlah orang-orang mualaf yang baru memeluk Islam yang terus meningkat, suatu fenomena yang menonjol, terutama setelah serangan terhadap World Trade Center pada tanggal 11 September 2001.

Serangan ini, yang dikutuk oleh setiap orang, terutama umat Muslim, tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang (khususnya warga Amerika) kepada Islam. Orang di Barat berbicara banyak tentang agama macam apakah Islam itu, apa yang dikatakan Al Qur'an, kewajiban apakah yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim, dan bagaimana kaum Muslim dituntut melaksanakan urusan dalam kehidupannya. Ketertarikan ini secara alamiah telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam. Demikianlah, perkiraan yang umum terdengar pasca peristiwa 11 September 2001 bahwa "serangan ini akan mengubah alur sejarah dunia", dalam beberapa hal, telah mulai nampak kebenarannya. Proses kembali kepada nilai-nilai agama dan spiritual, yang dialami dunia sejak lama, telah menjadi keberpalingan kepada Islam.

Hal luar biasa yang sesungguhnya sedang terjadi dapat diamati ketika kita mempelajari perkembangan tentang kecenderungan ini, yang mulai kita ketahui melalui surat-surat kabar maupun berita-berita di televisi. Perkembangan ini, yang umumnya dilaporkan sekedar sebagai sebuah bagian dari pokok bahasan hari itu, sebenarnya adalah petunjuk sangat penting bahwa nilai-nilai ajaran Islam telah mulai tersebar sangat pesat di seantero dunia. Di belahan dunia Islam lainnya, Islam berada pada titik perkembangan pesat di Eropa. Perkembangan ini telah menarik perhatian yang lebih besar di tahun-tahun belakangan, sebagaimana ditunjukkan oleh banyak tesis, laporan, dan tulisan seputar "kedudukan kaum Muslim di Eropa" dan "dialog antara masyarakat Eropa dan umat Muslim." Beriringan dengan berbagai laporan akademis ini, media massa telah sering menyiarkan berita tentang Islam dan Muslim. Penyebab ketertarikan ini adalah perkembangan yang terus-menerus mengenai angka populasi Muslim di Eropa, dan peningkatan ini tidak dapat dianggap hanya disebabkan oleh imigrasi.

Meskipun imigrasi dipastikan memberi pengaruh nyata pada pertumbuhan populasi umat Islam, namun banyak peneliti mengungkapkan bahwa permasalahan ini dikarenakan sebab lain: angka perpindahan agama yang tinggi. Suatu kisah yang ditayangkan NTV News pada tanggal 20 Juni 2004 dengan judul "Islam adalah agama yang berkembang paling pesat di Eropa" membahas laporan yang dikeluarkan oleh badan intelejen domestik Prancis. Laporan tersebut menyatakan bahwa jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di negara-negara Barat semakin terus bertambah, terutama pasca peristiwa serangan 11 September. Misalnya, jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di Prancis meningkat sebanyak 30 hingga 40 ribu di tahun lalu saja.

"Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai." (QS. At Taubah, 9: 32-33)

Kegelapan dan Gelombang di Dasar Lautan

PENGETAHUAN AL QUR'AN


Read More...

DUNIA ILMIAH BERPALING KEPADA TUHAN

"Karena orang-orang sudah pasti terpengaruh oleh saya, saya ingin berusaha dan memperbaiki kerusakan besar yang mungkin telah saya lakukan." (Anthony Flew)

Surat-surat kabar saat ini mengulang perkataan Anthony Flew yang dipenuhi penyesalan ini. Di masanya, Anthony Flew adalah filsuf ateis terkenal. Sebagai seorang profesor filsafat asal Inggris yang kini berusia 81 tahun, Anthony Flew memilih menjadi ateis di usia 15 tahun, dan pertama kali memunculkan namanya sendiri di dunia akademis dengan sebuah karya yang terbit di tahun 1950. Selama 54 tahun kemudian, ia mendukung ateisme sebagai pengajar di universitas Oxford, universitas Aberdeen, universitas Keele dan universitas Reading, di banyak universitas di America dan Kanada yang ia kunjungi, dalam berbagai debat, di buku-buku, di ruang-ruang kuliah dan dalam tulisan-tulisannya. Namun baru-baru ini, Anthony Flew telah mengumumkan bahwa ia telah meninggalkan kekeliruan ini dan menerima bahwa alam semesta telah diciptakan.

Penyebab utama dari perubahan pandangan yang sangat mendasar ini adalah bukti jelas dan pasti yang diungkap ilmu pengetahuan tentang penciptaan. Setelah mengetahui kerumitan makhluk hidup yang didasarkan pada keberadaan informasi, Anthony Flew menyadari bahwa asal usul yang sesungguhnya dari kehidupan adalah rancangan cerdas (intelligent design) dan bahwa ateisme yang telah dianut dan dipertahankannya selama 66 tahun adalah filsafat yang telah terbantahkan.

Anthony Flew mengemukakan alasan-alasan ilmiah yang mendasari perubahan keyakinan ini dalam ungkapan berikut:

"Berdasarkan tingkat kerumitan yang hampir tak dapat dipercaya dari penataan yang dibutuhkan untuk memunculkan [kehidupan], penelitian para pakar biologi terhadap DNA telah menunjukkan bahwa suatu kecerdasan pastilah telah ikut campur tangan."

"Sudah terlampau sulit bahkan untuk memulai berpikir tentang membangun sebuah teori alamiah tentang evolusi makhluk hidup pertama yang dapat berkembang biak."

"Saya telah menjadi yakin bahwa sungguh mustahil makhluk hidup pertama berevolusi dari benda mati dan kemudian berkembang menjadi makhluk yang luar biasa rumitnya. "

Penelitian DNA yang dikutip Anthony Flew sebagai alasan mendasar perubahan pandangannya telah benar-benar mengungkap fakta-fakta mengejutkan tentang penciptaan. Bentuk heliks (rantai ganda terpilin) dari molekul DNA , kode genetik yang ada padanya, susunan nukleotida yang menggugurkan teori kebetulan, kemampuan menyimpan sejumlah besar informasi, dan banyak penemuan mengejutkan lainnya telah mengungkapkan bahwa struktur dan fungsi-fungsi molekul ini dirancang bagi kehidupan dengan rancangan khusus. Ulasan para ilmuwan yang menggeluti penelitian DNA menjadi saksi atas fakta ini.

Contohnya adalah Francis Crick, salah seorang ilmuwan yang mengungkap bentuk heliks DNA. Dihadapkan pada penemuan tentang DNA, Francis Crick mengakui bahwa asal usul kehidupan mengisyaratkan sebuah keajaiban:

Seorang yang jujur, yang memiliki seluruh pengetahuan yang kini tersedia di hadapan kita, hanya dapat menyatakan bahwa dalam beberapa hal, asal usul kehidupan saat ini tampak hampir menyerupai sebuah keajaiban, sungguh banyak kondisi yang harus dipenuhi agar hal tersebut dapat terjadi.

Berdasarkan perhitungannya, Led Adleman dari Universitas Southern California di Los Angeles mengatakan bahwa satu gram DNA dapat menampung informasi sebanyak satu triliun CD. Gene Myers, seorang ilmuwan yang dipekerjakan pada Human Genome Project (Proyek Genom Manusia), mengatakan hal berikut ini ketika berhadapan dengan penataan menakjubkan DNA yang ia saksikan:

"Apa yang sungguh mengejutkan saya adalah arsitektur kehidupan... Sistemnya begitu teramat rumit. Sepertinya hal itu telah dirancang...Ada kecerdasan mahahebat di sana."

Fakta paling mengejutkan tentang DNA adalah bahwa keberadaan informasi genetik yang terkodekan (berupa sandi) sudah pasti tidak dapat dijelaskan dalam istilah materi dan energi atau hukum-hukum alamiah. Dr. Werner Gitt, profesor di Institut Fisika dan Teknologi Federal Jerman (the German Federal Institute of Physics and Technology), mengatakan berikut ini seputar masalah tersebut:

Sebuah sistem pengkodean (sistem sandi) selalu merupakan hasil dari suatu proses mental... Perlu ditegaskan bahwa materi saja tidak mampu memunculkan kode apa pun. Seluruh pengalaman menunjukkan bahwa dibutuhkan sebuah wujud yang mampu berpikir yang dengan kehendaknya sendiri menggunakan kemauan bebasnya, kemampuan memperoleh pengetahuan, dan kemampuan berkaryanya… Belum pernah ada hukum alamiah yang dengannya materi dapat memunculkan informasi, belum pernah ada pula proses fisika atau fenomena materi yang dapat melakukan hal ini.

Para ilmuwan dan filsuf pendukung penciptaan berperan besar dalam penerimaan perancangan cerdas (intelligent design) oleh Anthony Flew, yang didukung oleh semua penemuan ini. Sebelumnya, Anthony Flew turut serta dalam sejumlah debat dengan para ilmuwan dan filsuf yang mendukung penciptaan, dan saling bertukar pikiran dengan mereka. Titik balik dalam proses tersebut adalah sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian Metasaintifik (the Institute for Metascientific Research) di Texas pada bulan Mei 2003. Anthony Flew ikut serta bersama dengan pengarang Roy Abraham Varghese, pakar fisika dan biologi molekuler asal Israel Gerald Schroeder, dan filsuf Katolik Roma John Haldane. Anthony Flew terkesan oleh kuatnya bukti ilmiah yang mendukung penciptaan dan karakter meyakinkan dari argumen-argumen penentangnya, dan menanggalkan ateisme sebagai keyakinan setelah diskusi itu. Dalam surat yang ia tulis kepada majalah Inggris, Philosophy Now edisi Agustus-September 2003, ia memuji buku Schroeder "The Hidden Face of God: Science Reveals the Ultimate Truth" (Wajah Tersembunyi Tuhan: Ilmu Pengetahuan Menyingkap Kebenaran Hakiki) dan buku Varghese "The Wonderful World" (Dunia Yang Menakjubkan).

Selama wawancara dengan profesor filsafat dan teologi Gary R. Habermas, yang juga berperan besar dalam merubah pandangannyadan dalam video "Has Science Discovered God?" (Sudahkah Ilmu Pengetahuan Menemukan Tuhan?), ia secara terbuka menyatakan bahwa ia percaya pada perancangan cerdas (intelligent design).

"Kecerdasan Meliputi Alam Semesta"dan Keruntuhan Ateisme
Di hadapan seluruh perkembangan ilmiah sebagaimana dipaparkan di atas, pengakuan adanya perancangan cerdas (intelligent design) oleh Anthony Flew, yang terkenal sebagai pembela ateisme selama bertahun-tahun, mencerminkan sebuah pemandangan terakhir dalam proses keruntuhan yang dialami ateisme. Ilmu pengetahuan modern telah menyingkap keberadaan suatu "kecerdasan yang meliputi alam semesta", yang dengannya menyingkirkan ateisme.

Dalam bukunya "The Hidden Face of God" (Wajah Tersembunyi Tuhan), Gerald Schroeder, salah seorang ilmuwan pendukung penciptaan yang berpengaruh dalam merubah keyakinan Anthony Flew, menulis:

"Sebuah kesadaran, kearifan universal, meliputi alam semesta. Penemuan-penemuan ilmu pengetahuan, khususnya yang meneliti sifat quantum dari materi penyusun atom, telah menggiring kita mendekati pemahaman yang mengejutkan: seluruh keberadaan adalah perwujudan dari kearifan ini. Di laboratorium-laboratorium, kita mendapatinya sebagai informasi yang pertama-tama secara fisik mewujud sebagai energi dan kemudian terpadatkan hingga menjadi bentuk materi. Setiap partikel, setiap wujud, dari atom hingga manusia, terlihat mewakili satu tingkatan dari informasi, dari kearifan."

Penelitian ilmiah terhadap cara kerja sel dan partikel-partikel penyusun atom materi telah mengungkap fakta ini tanpa dapat dibantah: Kehidupan dan alam semesta dimunculkan menjadi ada dari ketiadaan oleh kehendak dari suatu wujud yang memiliki kecerdasan dan kearifan yang mahatinggi. Tidak ada keraguan bahwa pemilik pengetahuan dan kecerdasan yang meliputi alam semesta di seluruh tingkatannya adalah Allah Yang Mahakuasa. Allah menyatakan kebenaran ini dalam Al Qur'an:

Dan kepunyaan Allah-lah Timur dan Barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Mahaluas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui." (Al Qur'an, 2:115)

Perangkat Penerbangan Hebat pada Serangga


Read More...

Nama Para Nabi Tertulis dalam Prasasti Ebla, 1500 Tahun Lebih Tua daripada Taurat

Berasal dari masa sekitar 2500 SM, prasasti Ebla memberikan keterangan teramat penting mengenai sejarah agama-agama. Sisi terpenting mengenai prasasti Ebla, yang ditemukan para ahli arkeologi pada tahun 1975 dan yang sejak itu telah menjadi pokok bahasan dari banyak penelitian dan perdebatan, adalah terdapatnya nama tiga orang nabi yang disebutkan dalam kitab-kitab suci.

Penemuan prasasti Ebla setelah ribuan tahun dan informasi yang dikandungnya sungguh sangat penting dari sudut pandang perannya dalam memperjelas letak geografis kaum-kaum yang disebutkan dalam Al Qur'an.

Sekitar 2500 SM, Ebla adalah sebuah kerajaan yang meliputi suatu wilayah yang di dalamnya termasuk ibukota Syria, Damaskus, dan Turki bagian tenggara. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan di bidang kebudayaan dan ekonominya, namun setelah itu, sebagaimana yang menimpa banyak peradaban besar, menghilang dari panggung sejarah. Tampak dari catatan yang terawetkan tersebut bahwa Kerajaan Ebla merupakan pusat utama kebudayaan dan perdagangan di masanya. Penduduk Ebla memiliki sebuah peradaban yang membangun lembaga-lembaga arsip negara, mendirikan perpustakaan-perpustakaan dan mencatat aneka perjanjian perdagangan secara tertulis. Mereka bahkan memiliki bahasa mereka sendiri, yang disebut sebagai Eblaite.

Sejarah Agama-Agama Zaman Dahulu
Peran penting sesungguhnya Kerajaan Ebla, yang dianggap sebagai sebuah keberhasilan besar bagi arkeologi klasik ketika pertama kali ditemukan di tahun 1975, mengemuka dengan ditemukannya sekitar 20.000 prasasti dan penggalan tulisan paku. Naskah ini empat kali lebih banyak daripada seluruh naskah bertulisan paku yang diketahui para arkeolog selama 3.000 tahun terakhir.

Ketika bahasa yang digunakan dalam prasasti-prasasti tersebut diterjemahkan oleh seorang berkebangsaan Italia Giovanni Pettinato, penerjemah naskah-naskah kuno dari Universitas Roma, nilai penting prasasti tersebut semakin dipahami. Alhasil, penemuan Kerajaan Ebla dan kumpulan naskah negara yang luar biasa tersebut tidak hanya menarik perhatian di bidang arkeologi, tapi juga bagi kalangan agamawan. Hal ini dikarenakan selain nama-nama seperti Mikail (Mi-ka-il) dan Thalut (Sa-u-lum), yang berperang bersama Nabi Dawud, prasasti-prasasti ini juga menuliskan nama-nama nabi yang disebutkan di dalam tiga kitab suci: Nabi Ibrahim (Ab-ra-mu), Nabi Dawud (Da-u-dum) dan Nabi Ismail (Ish-ma-il).

Pentingnya Nama-Nama yang Disebut dalam Prasasti Ebla
Nama para nabi yang ditemukan dalam prasasti Ebla memiliki nilai teramat penting karena ini adalah kali pertama nama-nama tersebut dijumpai dalam naskah bersejarah setua itu. Informasi ini, yang berasal dari zaman 1500 tahun sebelum Taurat, sangatlah mengejutkan. Kemunculan nama Nabi Ibrahim di dalam prasasti tersebut menyatakan secara tertulis bahwa Nabi Ibrahim dan agama yang dibawanya telah ada sebelum Taurat.

Para sejarawan mengkaji prasasti Ebla dari sudut pandang ini, dan penemuan besar tentang Nabi Ibrahim dan misi yang diembannya menjadi bahan penelitian dalam kaitannya dengan sejarah agama-agama. David Noel Freedman, arkeolog dan peneliti Amerika mengenai sejarah agama-agama, melaporkan berdasarkan penelitiannya nama-nama nabi seperti Ibrahim dan Ismail di dalam prasasti tersebut.

Nama-Nama Lain di dalam Prasasti
Sebagaimana disebutkan di atas, nama-nama yang ada di dalam prasasti adalah nabi-nabi yang disebutkan di dalam tiga kitab suci, dan prasasti tersebut jauh lebih tua daripada Taurat. Selain nama-nama ini terdapat pula hal-hal lain dan nama-nama tempat di dalam prasasti tersebut, yang dengannya dapat diketahui bahwa penduduk Ebla adalah para pedagang yang sangat berhasil. Nama Sinai, Gaza dan Yerusalem, yang tidak terlalu jauh letaknya dari Ebla, juga terdapat di dalam tulisan tersebut, yang menunjukkan bahwa penduduk Ebla memiliki hubungan yang sangat baik dengan tempat-tempat tersebut di bidang perdagangan dan kebudayaan.

Satu rincian penting yang diketahui dari prasasti tersebut adalah nama-nama wilayah seperti Sodom dan Gomorrah, tempat berdiamnya kaum Luth. Diketahui bahwa Sodom dan Gomorrah adalah sebuah wilayah di pesisir Laut Mati tempat bermukimnya kaum Luth dan tempat di mana Nabi Luth mendakwahkan risalahnya dan menyeru masyarakat untuk hidup mengikuti nilai-nilai ajaran agama. Selain dua nama ini, kota Iram, yang tercantum di dalam ayat-ayat Al Qur'an, juga di antara yang tersebut di dalam prasasti Ebla.

Sisi paling penting untuk dicermati dari nama-nama ini adalah bahwa selain dari naskah-naskah yang disampaikan oleh para nabi, nama-nama tersebut belum pernah muncul di dalam naskah mana pun sebelumnya. Ini adalah bukti tertulis penting yang menunjukkan bahwa para nabi yang medakwahkan risalah satu agama yang benar di masa itu telah mencapai wilayah-wilayah tersebut. Dalam sebuah tulisan di majalah Reader's Digest, tercatat di masa itu bahwa terdapat pergantian agama dari penduduk Ebla selama masa pemerintahan Raja Ebrum dan bahwa masyarakat mulai menambahkan imbuhan di depan nama-nama mereka dalam rangka meninggikan nama Tuhan Yang Mahakuasa.

Janji Allah Adalah Benar…
Sejarah Ebla dan prasasti Ebla yang ditemukan setelah 4.500 tahun sesungguhnya mengarahkan kepada satu kebenaran yang teramat penting: Allah telah mengirim utusan-utusan kepada penduduk Ebla, sebagaimana yang Dia lakukan ke setiap kaum, dan para utusan ini menyeru kaum mereka kepada agama yang benar.

Sebagian orang memeluk agama yang sampai kepada mereka sehingga mereka berada di jalan yang benar, sedangkan yang lain menentang risalah para nabi dan lebih memilih kehidupan yang nista. Tuhan, Penguasa langit dan bumi, dan segala sesuatu di antara keduanya, mewahyukan kenyataan ini dalam Al Qur'an:

Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. An Nahl, 16: 36)

Read More...

Perangkat Penerbangan Hebat pada Serangga

Bagaimana seekor ganjur mampu mengepakkan sayapnya 1000 kali per detik? Bagaimana seekor kutu melompat sejauh ratusan kali ukuran tinggi tubuhnya? Mengapa seekor kupu-kupu terbang maju sementara sayapnya mengepak ke atas dan ke bawah?

Lalat adalah satu di antara hewan-hewan yang disebut di dalam Al Qur’an, sebagai satu saja dari banyak satwa yang mengungkap pengetahuan tak terbatas Tuhan kita. Allah Yang Mahakuasa berfirman tentang hal ini dalam ayat ke-73 surat Al Hajj:

Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah. (QS. Al Hajj, 22:73)

Meskipun telah dilakukan penelitian terkini, walaupun seluruh teknologi telah Allah berikan kepada manusia, amat banyak ciri makhluk hidup yang masih menyimpan sisi-sisi menakjubkannya. Sebagaimana pada segala sesuatu yang telah Allah ciptakan, dalam tubuh seekor lalat memperlihatkan bukti melimpah pengetahuan mahatinggi. Dengan mengkaji seluk beluknya, siapa pun yang berpikir akan mampu sekali lagi merenung di atas kekagumannya yang mendalam kepada Allah dan ketaatan kepadaNya.

Sejumlah penelitian yang telah dilakukan para ilmuwan terhadap perangkat penerbangan lalat dan serangga-serangga kecil lainnya diuraikan di bawah ini. Kesimpulan yang muncul darinya adalah tiada kekuatan acak, coba-coba atau wujud selain Allah yang mampu menciptakan kerumitan seekor serangga sekalipun.

Otot terbang dari banyak serangga seperti belalang dan capung mengerut sangat kuat akibat rangsangan yang ditimbulkan saraf-saraf yang mengendalikan setiap gerakannya. Pada belalang, misalnya, sinyal-sinyal kiriman setiap saraf menyebabkan otot-otot terbang mengerut. Dengan bekerja bergantian, tidak saling berlawanan, dua kelompok otot yang saling melengkapi, yang dinamakan elevator (pengangkat) dan depresor (penurun), memungkinkan sayap-sayap terangkat dan mengepak ke bawah. Belalang mengepakkan sayapnya 12 hingga 15 kali per detik, dan agar dapat terbang serangga-serangga lebih kecil harus mengepakkan sayapnya lebih cepat lagi. Lebah madu, tawon dan lalat mengepakkan sayap 200 hingga 400 kali per detik, dan pada ganjur dan sejumlah serangga merugikan yang berukuran hanya 1 milimeter (0.03 inci), kecepatan ini meningkat ke angka mengejutkan 1000 kali per detik! Sayap-sayap yang mengepak terlalu cepat untuk dapat dilihat mata manusia telah diciptakan dengan rancangan khusus agar dapat melakukan kerja yang terus-menerus semacam ini.

Sebuah saraf mampu mengirim paling banyak 200 sinyal per detik. Lalu bagaimana seekor serangga kecil mampu mengepakkan sayapnya 1000 kali per detik? Penelitian telah membuktikan bahwa pada serangga-serangga ini, tidak terdapat hubungan satu-banding-satu antara sinyal dari saraf dan jumlah kepakan sayap per satuan waktu.

Pada perangkat istimewa ini, yang masing-masing diciptakan tersendiri pada tubuh setiap serangga, tak dijumpai ketidakteraturan sedikit pun. Saraf-sarafnya tidak pernah mengirim sinyal yang salah, dan otot-otot serangga senantiasa menerjemahkannya secara benar.

Pada jenis seperti lalat dan lebah, otot-otot yang memungkinkan terbang bahkan tidak menempel pada pangkal sayap! Sebaliknya, otot-otot ini melekat pada dada melalui pengait yang berperan seperti engsel, sedangkan otot-otot yang mengangkat sayap ke atas melekat pada permukaan atas dan bawah dada. Saat otot-otot ini mengerut, permukaan dada menjadi rata dan menarik pangkal sayap ke bawah. Permukaan samping sayap memberikan peran penyokong sehingga memungkinkan sayap-sayap terangkat. Otot-otot yang menimbulkan gerakan ke bawah tidak melekat langsung pada sayap, tapi bekerja di sepanjang dada. Ketika otot-otot ini mengerut, dada tertarik kembali ke arah berlawanan, dan dengan cara ini sayap tergerakkan ke bawah.

Engsel sayap tersusun atas protein khusus yang dikenal sebagai resilin, yang memiliki kelenturan luar biasa. Karena sifatnya jauh mengungguli karet alami ataupun buatan, para insinyur kimia berupaya membuat tiruan bahan ini, di laboratorium. Saat melentur dan mengerut, resilin mampu menyimpan hampir keseluruhan energi yang dikenakan padanya, dan ketika gaya yang menekannya dihilangkan, resilin mampu mengembalikan keseluruhan energi itu. Alhasil, daya guna (efisiensi) resilin dapat mencapai 96%. Saat sayap terangkat, sekitar 85% energi yang dikeluarkan disimpan untuk saat berikutnya; energi yang sama ini kemudian digunakan kembali dalam gerakan ke bawah yang memberikan daya angkat ke atas dan mendorong sang serangga ke depan. Permukaan dada dan ototnya telah diciptakan dengan rancangan istimewa untuk memungkinkan pengumpulan energi ini. Namun, energi tersebut sesungguhnya disimpan pada engsel yang terdiri atas resilin. Sudah pasti mustahil bagi seekor serangga, dengan usahanya sendiri, melengkapi diri sendiri dengan peralatan luar biasa untuk terbang. Kecerdasan dan kekuatan tak terhingga Allah telah menciptakan resilin istimewa ini pada tubuh serangga.

Untuk penerbangan yang mulus, gerakan lurus ke atas dan ke bawah saja tidaklah cukup. Agar dapat memunculkan gaya angkat dan gaya dorong, sayap haruslah pula mengubah sudut gerakannya di setiap kepakan. Sayap-sayap serangga memiliki kelenturan berputar yang khas, tergantung jenisnya, yang dimungkinkan oleh apa yang disebut sebagai direct flight muscles (otot-terbang kemudi), disingkat DFM yang menghasilkan gaya-gaya yang diperlukan untuk terbang.

Ketika serangga berupaya naik lebih tinggi di udara, mereka memperbesar sudut sayap mereka dengan mengerutkan otot-otot di antara engsel-engsel sayap ini secara lebih kuat. Rekaman gambar berkecepatan-tinggi dan gerak-terhenti memperlihatkan bahwa selama terbang, sayap-sayap tersebut bergerak mengikuti lintasan lingkar-telur dan untuk setiap kali putaran sayap, sudutnya berubah secara teratur. Perubahan ini disebabkan pergerakan yang senantiasa berubah dari otot-terbang kemudi dan penempelan sayap pada tubuh.

Masalah terbesar yang dihadapi jenis serangga sangat mungil ketika terbang adalah hambatan udara. Bagi mereka, kerapatan udara sangat besar menjadi rintangan yang tidak bisa diremehkan. Selain itu, lapisan penghambat di sekeliling sayap menyebabkan udara melekat pada sayap dan mengurangi kedayagunaan (efisiensi) terbang. Agar dapat mengatasi hambatan udara ini, serangga-serangga seperti Forcipomya, yang lebar sayapnya tak lebih dari 1 milimeter, harus mengepakkan sayap 1000 kali per detik.

Para ilmuwan percaya bahwa secara teori, kecepatan ini pun tidaklah cukup menahan serangga-serangga ini tetap di udara, dan mereka pastilah menggunakan perangkat tambahan lainnya. Pada kenyataannya, Anarsia, sejenis serangga merugikan, menggunakan cara yang dikenal sebagai 'beat and shake' (mengepak dan menggoyang). Ketika sayap-sayapnya mencapai titik tertinggi dalam gerakannya ke atas, sayap-sayap ini saling mengepak dan kemudian membuka ke bawah kembali. Di saat sayap-sayap ini (dengan jaringan pembuluh darahnya) membuka, aliran udara depan membentuk pusaran mengitari sayap-sayap tersebut dan dengan kepakan sayap membantu daya angkat.

Banyak jenis serangga, termasuk belalang, memperhatikan apa yang ditangkap penglihatannya seperti garis kaki langit (horizon) untuk menentukan arah terbang dan tujuan akhirnya. Untuk mengokohkan keseimbangan kedudukannya, lalat telah diciptakan dengan rancangan yang lebih luar biasa lagi. Serangga-serangga ini memiliki hanya sepasang sayap, tapi di sisi belakang masing-masing sayap itu terdapat tonjolan melingkar yang dikenal sebagai halter (pengekang). Meskipun tidak menghasilkan gaya angkat, pengekang ini bergetar bersama sayap-sayap depan. Di saat serangga mengubah arah terbangnya, tonjolan sayap ini mencegahnya menyimpang dari jalur perjalanan.

Seluruh pengetahuan yang dipaparkan di sini dihasilkan dari penelitian terhadap kemahiran terbang tiga atau empat jenis serangga saja. Perlu diketahui bahwa keseluruhan jenis serangga di bumi berjumlah sekitar 10 juta. Dengan mempertimbangkan seluruh jutaan jenis selebihnya ini, beserta keistimewaan tak terhitung yang dimilikinya, seseorang pasti semakin bertambah kekagumannya akan kehebatan Allah yang tak terhingga.

Pemecahan Masalah bagi Gangguan Vena dari Gen Kutu
Para ilmuwan telah berhasil memisahkan gen resilin dari lalat buah dan berhasil membuat salinan protein ini secara alamiah dengan mencangkokkan gen tersebut ke dalam bakteri Escherichia coli.

Dalam penelitian yang dilakukan the Australian Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO), (Organisasi Penelitian Ilmiah dan Industri Persemakmuran Australia), para ilmuwan yang berhasil menemukan gen yang menghasilkan resilin serangga juga menemukan polimer hebat yang mungkin berguna dalam penanganan penyakit pembuluh darah vena. Pengkajian yang berawal di tahun 1960-an, yang dipusatkan pada belalang dan capung padang pasir, merupakan pendorong kuat yang memajukan tahap terpenting ini.

Resilin, yang juga memberikan kutu kemampuan untuk membuat lompatan luar biasa, melengkapi belalang dan capung padang pasir, serta serangga lain keahlian bergerak yang mengejutkan. Berkat zat ini, kutu mampu melompat beratus-ratus kali tinggi tubuhnya sendiri dan sejumlah lalat dapat mengepakkan sayapnya lebih dari 200 kali per detik.

Protein yang diperoleh dari resilin jauh lebih baik dari produk karet berkualitas tertinggi dalam hal kemampuannya menahan tekanan dan kembali ke bentuk asalnya. Penelitian yang berkelanjutan tentang resilin tiruan menunjukkan bahwa protein tersebut tetap memiliki sifat-sifat ini.

Para ilmuwan menyatakan keyakinannya bahwa polimer yang didapatkan dari pencangkokkan gen-gen serangga dapat diterapkan di aneka bidang yang sangat beragam, dari kedokteran hingga industri. Namun, mungkin yang terpenting dari penerapan ini adalah penanganan penyakit pembuluh darah arteri pada manusia. Oleh karena resilin menyerupai protein elastin pada pembuluh vena manusia, para ilmuwan berharap bahwa penelitian mereka akan memberi vena kelenturan yang terbaharui.

Profesor asal Inggris Roger Greenhalgh menyatakan bahwa “Penelitian [terhadap resilin] tampaknya berada pada tahap paling awal, tapi jika kita dapat mengambil sesuatu yang bagus dari kelenturan kutu tersebut yang bermanfaat bagi manusia, hal itu akan sangat berkesan“

Big Bang, Ledakan yang Menghancurkan Paham Materialisme

DUNIA ILMIAH BERPALING KEPADA TUHAN


Read More...

Jumat, 11 Juni 2010

Jangan padamkan lilin Harapan

Sebuah puisi yang patut direnungkan :

jangan pernah hilang harapan dari hidupmu,
harapanlah yang membuat pagi menjadi cerah,
harapan pula yang menghiasi mimpi-mimpi malam menjadi indah,

keep smile my child....

Perenungan sang Guru

Small is beautiful

Read More...

Big Bang, Ledakan yang Menghancurkan Paham Materialisme

Read More...

Spiritual Islam Selamatkan Dunia

Pangeran Charles

Putra Mahkota Kerajaan Inggris, Pangeran Charles, mengakui bahwa dengan mengikuti prinsip-prinsip spiritual Islam, dunia akan dapat terselamatkan. Hal itu disampaikan Pangeran Charles dalam pidatonya yang bertema "Islam and the Environment" di Gedung Sheldonian Teater, Universitas Oxford, Oxford, Inggris, sebagaimana dilaporkan harian terkemuka Inggris, Daily Mail, Kamis (10/6/2010).

Dalam ceramahnya selama satu jam di hadapan para sarjana studi Islam di Oxford, Charles berargumen bahwa kehancuran dunia terutama bertentangan dengan Islam. Untuk itu ia mendesak dunia untuk mengikuti prinsip-prinsip spiritual Islam demi melindungi lingkungan. Menurut Charles, arus "pembagian" antara manusia dan alam ini disebabkan bukan hanya oleh industrialisasi, tetapi juga oleh sikap kita terhadap lingkungan—yang bertentangan dengan butir-butir "tradisi suci".

Pangeran itu, yang menganut Kristen dan akan menjadi kepala gereja Inggris bila naik takhta menjadi Raja Inggris, berbicara secara mendalam mengenai Al Quran yang dipelajarinya sendiri. Charles mengatakan, tidak ada pemisahan antara manusia dan alam, dan mengatakan, "Kita harus selalu hidup dalam lingkungan yang terbatas."

Ia berbicara kepada para sarjana di Pusat Studi Islam Oxford dalam rangka dan mencoba untuk mendorong pemahaman yang lebih baik dari budaya dan peradaban agama. Dalam pidato yang menandai ulang tahun ke-25 Pusat Studi Islam Oxford, tempat ia menjadi pelindungnya, Charles mengajak untuk memahami agama dengan mata pelajaran favorit lain seperti lingkungan. "Islam selalu mengajarkan keseimbangan dan bila kita mengabaikannya, sangat bertentangan dengan penciptaan," demikian Pangeran Charles.

Artikel sang Guru

mengapa banyak anak sekolah dasar belum mampu menguasai logika aritmetika?

Memimpikan PSB yang kredible dan transparan

Read More...

Kompas

Read More...

Kamis, 10 Juni 2010

myVirtual Drive

Read More...

Peringkat 5 besar Festifal Film Pelajar Indonesia adalah cah ndusun ngGalek

Inilah peringkat ke lima pemenang festifal film pelajar Indonesia yang merupakan kreatifitas murni dari siswa-siswi dari 2 sekolah besar di Trenggalek, yaitu SMKN 1 Pogalan dan SMKN 1 Trenggalek :


sing sabar nunggu download klemot-klemot ya...

mohon maaf jika penampilan gambar tidak optimal dan terputus-putus, dikarenakan memang fasilitas hostingnya semua gratisan alias free gitu loh, xixixii...

Sebanyak 169 karya film para pelajar telah diseleksi dan akan berlaga di ajang seleksi berikutnya untuk meraih prestasi di ajang Festival Film Pelajar Indonesia (FFPI) 2010 yang akan berlangsung 11-13 Juni 2010 di ArtCinema FFTV, Kampus Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta. Siapa kira-kira pemenangnya?

Ketua Panitia FFPI Tomy W. Taslim dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (10/6/2010), mengungkapkan, lima kategori yang akan dinilai pada festival ini antara lain Fiksi (live action), Fiksi (animation), Dokumenter, Iklan Layanan Masyarakat, serta Video Musik.

Selain akan mengumumkan karya-karya terbaik FFPI, lanjut Tomy, ajang festival ini juga akan memutar film-film karya para pelajar terpilih dari berbagai daerah, mengelar Klinik Film serta Forum Film Pelajar bersama para pelajar yang filmnya berprestasi di berbagai festival dan filmmakers profesional Indonesia.

Adapun karya-karya yang akan berlaga di FFPI 2010 ini antara lain adalah:
Kategori Fiksi (live action)
Judul Sutradara Sekolah
Novel (In Memoriam) Yusuf Musthofa SMKN 2 Buduran Sidoarjo, Jawa Timur
Dinda dan Anonymous Ayu Ashari Hutagalung SMAI Al-Azhar 4 Bekasi, Jawa Barat
17 Yang Terlupakan Irham Hariyadi SMKN 3 Jepara, Jawa Tengah
Indonesia Kebanggaanku Nanda Alvinsyah Hafid SMKN 1 Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur
Untukku Untukmu dan Untuk Negeri Kita Novanda Fibrianti SMKN 1 Pogalan Trenggalek, Jawa Timur

kalau anda ingin copy versi orisinalnya, ya silakan saja menghubungi SMKN 1 Pogalan atau beberapa rekan yang terlibat dalam pembuatan film ini seperti pak jarot, pak Prapto, dsb... dsb...
majulah siswa siswi Trenggalek !

Kiprah Para Bocah Merakit Robot

Baduy, bertahan dtengah terpaan zaman

Read More...

Rabu, 09 Juni 2010

Kegelapan dan Gelombang di Dasar Lautan

"Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun." (Al Qur'an, 24:40)

Keadaan umum tentang lautan yang dalam dijelaskan dalam buku berjudul Oceans:

Kegelapan dalam lautan dan samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200 meter atau lebih. Pada kedalaman ini, hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak terdapat cahaya sama sekali. (Elder, Danny; and John Pernetta, 1991, Oceans, London, Mitchell Beazley Publishers, s. 27)

Kini, kita telah mengetahui tentang keadaan umum lautan tersebut, ciri-ciri makhluk hidup yang ada di dalamnya, kadar garamnya, serta jumlah air, luas permukaan dan kedalamannya. Kapal selam dan perangkat khusus yang dikembangkan menggunakan teknologi modern, memungkinkan para ilmuwan untuk mendapatkan informasi ini.

Manusia tak mampu menyelam pada kedalaman di bawah 40 meter tanpa bantuan peralatan khusus. Mereka tak mampu bertahan hidup di bagian samudra yang dalam nan gelap, seperti pada kedalaman 200 meter. Karena alasan inilah, para ilmuwan hanya baru-baru ini saja mampu menemukan informasi sangat rinci tersebut tentang kelautan. Namun, pernyataan "gelap gulita di lautan yang dalam" digunakan dalam surat An Nuur 1400 tahun lalu. Ini sudah pasti salah satu keajaiban Al Qur’an, sebab infomasi ini dinyatakan di saat belum ada perangkat yang memungkinkan manusia untuk menyelam di kedalaman samudra.

Selain itu, pernyataan di ayat ke-40 surat An Nuur "Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan…" mengarahkan perhatian kita pada satu keajaiban Al Qur’an yang lain.

Para ilmuwan baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang di dasar lautan, yang "terjadi pada pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda." Gelombang yang dinamakan gelombang internal ini meliputi wilayah perairan di kedalaman lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini air laut memiliki massa jenis lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat tertentu. (Gross, M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6. edition, Englewood Cliffs, Prentice-Hall Inc., s. 205)

Pernyataan-pernyataan dalam Al Qur'an benar-benar bersesuaian dengan penjelasan di atas. Tanpa adanya penelitian, seseorang hanya mampu melihat gelombang di permukaan laut. Mustahil seseorang mampu mengamati keberadaan gelombang internal di dasar laut. Akan tetapi, dalam surat An Nuur, Allah mengarahkan perhatian kita pada jenis gelombang yang terdapat di kedalaman samudra. Sungguh, fakta yang baru saja diketemukan para ilmuwan ini memperlihatkan sekali lagi bahwa Al Qur'an adalah kalam Allah.

"HAMAN" DAN BANGUNAN MESIR KUNO

Angin yang Mengawinkan

Islam: Agama yang Berkembang Paling Pesat di Eropa


Read More...

Angin yang Mengawinkan

Dalam sebuah ayat Al Qur’an disebutkan sifat angin yang mengawinkan dan terbentuknya hujan karenanya.

"Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya." (Al Qur'an, 15:22)

Dalam ayat ini ditekankan bahwa fase pertama dalam pembentukan hujan adalah angin. Hingga awal abad ke 20, satu-satunya hubungan antara angin dan hujan yang diketahui hanyalah bahwa angin yang menggerakkan awan. Namun penemuan ilmu meteorologi modern telah menunjukkan peran "mengawinkan" dari angin dalam pembentukan hujan.

Fungsi mengawinkan dari angin ini terjadi sebagaimana berikut:

Di atas permukaan laut dan samudera, gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung ini pecah, ribuan partikel kecil dengan diameter seperseratus milimeter, terlempar ke udara. Partikel-partikel ini, yang dikenal sebagai aerosol, bercampur dengan debu daratan yang terbawa oleh angin dan selanjutnya terbawa ke lapisan atas atmosfer. . Partikel-partikel ini dibawa naik lebih tinggi ke atas oleh angin dan bertemu dengan uap air di sana. Uap air mengembun di sekitar partikel-partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran-butiran air ini mula-mula berkumpul dan membentuk awan dan kemudian jatuh ke Bumi dalam bentuk hujan.

Sebagaimana terlihat, angin “mengawinkan” uap air yang melayang di udara dengan partikel-partikel yang di bawanya dari laut dan akhirnya membantu pembentukan awan hujan.

Apabila angin tidak memiliki sifat ini, butiran-butiran air di atmosfer bagian atas tidak akan pernah terbentuk dan hujanpun tidak akan pernah terjadi.

Hal terpenting di sini adalah bahwa peran utama dari angin dalam pembentukan hujan telah dinyatakan berabad-abad yang lalu dalam sebuah ayat Al Qur’an, pada saat orang hanya mengetahui sedikit saja tentang fenomena alam…

Fungsi Gunung

Kegelapan dan Gelombang di Dasar Lautan

Read More...

Fungsi Gunung

Al Qur’an mengarahkan perhatian kita pada fungsi geologis penting dari gunung.

"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..." (Al Qur'an, 21:31)

Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam ayat tersebut bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi.

Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh siapapun di masa ketika Al Qur’an diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja terungkap sebagai hasil penemuan geologi modern.

Menurut penemuan ini, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung. Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi.

Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut:

Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma. (General Science, Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 305)

Dalam sebuah ayat, peran gunung seperti ini diungkapkan melalui sebuah perumpamaan sebagai "pasak":

"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?" (Al Qur'an, 78:6-7)

Dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.

Fungsi pemancangan dari gunung dijelaskan dalam tulisan ilmiah dengan istilah "isostasi". Isostasi bermakna sebagai berikut:

Isostasi: kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi. (Webster's New Twentieth Century Dictionary, 2. edition "Isostasy", New York, s. 975)

Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern dan penelitian gempa, telah dinyatakan dalam Al Qur’an berabad-abad lampau sebagai suatu bukti Hikmah Maha Agung dalam ciptaan Allah.

"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..." (Al Qur'an, 21:31)

Lapisan-Lapisan Atmosfer

Angin yang Mengawinkan

Read More...

Lapisan-Lapisan Atmosfer

Satu fakta tentang alam semesta sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an adalah bahwa langit terdiri atas tujuh lapis.

"Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Al Qur'an, 2:29)

"Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya." (Al Qur'an, 41:11-12)

Kata "langit", yang kerap kali muncul di banyak ayat dalam Al Qur’an, digunakan untuk mengacu pada "langit" bumi dan juga keseluruhan alam semesta. Dengan makna kata seperti ini, terlihat bahwa langit bumi atau atmosfer terdiri dari tujuh lapisan.

Saat ini benar-benar diketahui bahwa atmosfir bumi terdiri atas lapisan-lapisan yang berbeda yang saling bertumpukan. Lebih dari itu, persis sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an, atmosfer terdiri atas tujuh lapisan. Dalam sumber ilmiah, hal tersebut diuraikan sebagai berikut:

Para ilmuwan menemukan bahwa atmosfer terdiri diri beberapa lapisan. Lapisan-lapisan tersebut berbeda dalam ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan jenis gasnya. Lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi disebut TROPOSFER. Ia membentuk sekitar 90% dari keseluruhan massa atmosfer. Lapisan di atas troposfer disebut STRATOSFER. LAPISAN OZON adalah bagian dari stratosfer di mana terjadi penyerapan sinar ultraviolet. Lapisan di atas stratosfer disebut MESOSFER. . TERMOSFER berada di atas mesosfer. Gas-gas terionisasi membentuk suatu lapisan dalam termosfer yang disebut IONOSFER. Bagian terluar atmosfer bumi membentang dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bagian ini dinamakan EKSOSFER. .
(Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 319-322)

Jika kita hitung jumlah lapisan yang dinyatakan dalam sumber ilmiah tersebut, kita ketahui bahwa atmosfer tepat terdiri atas tujuh lapis, seperti dinyatakan dalam ayat tersebut.

1. Troposfer

2. Stratosfer

3. Ozonosfer

4. Mesosfer

5. Termosfer

6. Ionosfer

7. Eksosfer

Keajaiban penting lain dalam hal ini disebutkan dalam surat Fushshilat ayat ke-12, "… Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya." Dengan kata lain, Allah dalam ayat ini menyatakan bahwa Dia memberikan kepada setiap langit tugas atau fungsinya masing-masing. Sebagaimana dapat dipahami, tiap-tiap lapisan atmosfir ini memiliki fungsi penting yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia dan seluruh makhluk hidup lain di Bumi. Setiap lapisan memiliki fungsi khusus, dari pembentukan hujan hingga perlindungan terhadap radiasi sinar-sinar berbahaya; dari pemantulan gelombang radio hingga perlindungan terhadap dampak meteor yang berbahaya.

Salah satu fungsi ini, misalnya, dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:

Atmosfir bumi memiliki 7 lapisan. Lapisan terendah dinamakan troposfir. Hujan, salju, dan angin hanya terjadi pada troposfir.
(http://muttley.ucdavis.edu/Book/Atmosphere/beginner/layers-01.html)

Adalah sebuah keajaiban besar bahwa fakta-fakta ini, yang tak mungkin ditemukan tanpa teknologi canggih abad ke-20, secara jelas dinyatakan oleh Al Qur’an 1.400 tahun yang lalu.

Fungsi Gunung

There is no compulsion in Islam, everyone enjoys freedom of worship and belief


Read More...

Selasa, 08 Juni 2010

Padu Alam Memukau di Danau Ranau


Danau Ranau merupakan danau terbesar dan terindah di Sumatera Selatan yang terletak di kecamatan Banding Agung Kabupaten UKO Selatan (dahulu masuk dalam wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu). Berjarak sekitar 342 km dari kota palembang, 130 km dari kota Baturaja, dan 50 kilometer dari Muara Dua, ibu kota OKU Selatan, dengan jarak tempuh dengan mobil sekitar 7 jam dari kota Palembang. Sementara dari Bandar Lampung, danau ini bisa ditempuh melalui Bukit Kemuning dan Liwa. Secara geografis, danau ini terletak di perbatasan Kabupaten OKU Selatan Propinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Lampung Barat Propinsi Lampung.

Danau Ranau yang mempunyai luas sekitar 8×16 km dengan latar belakang gunung Seminung (ketinggian ± 1.880 m dpl), dikelilingi oleh bukit dan lembah. Pada malam hari udara sejuk dan pada siang hari cerah suhu berkisar antara 20° – 26° Celsius. Terletak pada posisi 4°51’45″ bujur selatan dan 103°55’50″ bujur timur.

Menurut legenda yang ada, danau ini tercipta dari gempa besar dan letusan vulkanik dari gunung berapi yang membuat cekungan besar. Sungai besar yang sebelumnya mengalir di kaki gunung berapi itu kemudian menjadi sumber air utama yang mengisi cekungan/belahan itu. Dan lama-kelamaan lubang besar itu penuh dengan air. Kemudian di sekeliling danau baru itu mulai ditumbuhi berbagai tanaman, di antaranya tumbuhan semak yang oleh warga setempat disebut ranau. Maka danau itu pun dinamakanlah Danau Ranau. Sisa gunung api itu kini menjadi Gunung Seminung yang berdiri kokoh di tepi danau berair jernih tersebut.

Pada sisi lain di kaki gunung Seminung terdapat sumber air panas alam yang keluar dari dasar danau. Di sekitar danau ini juga dapat ditemui air terjun Subik. Tempat lain yang menarik untuk dikunjungi adalah Pulau Marisa yang terletak tidak jauh dari air panas.

Kami, satu rombongan, menyempatkan menginap di wisma VARITA Pusri yang terletak di tepi danau Ranau ini. Tempat yang strategis untuk menikmati keindahan danau ini. Sayangnya, pengelolaan danau Ranau sebagai aset pariwisata dirasa sangat kurang. Beberapa infrastruktur pendukung, seperti akses jalan dan listrik, belum memadai.

Prius, Sang Hibrida yang Jenius

Rafflesia di Hulu Musi

Read More...

mengapa banyak anak sekolah dasar belum mampu menguasai logika aritmetika?

Padahal menguasai logika aritmetika adalah kunci utama untuk melangkah ke jenjang matematika berikutnya, seperti Aljabar dan Geometri. Bagaimana anak-anak kita mampu menguasai Aljabar dan Geometri jika logika aritmetika saja belum dipahami dengan baik dan benar?Bagaimana dan seberapa cepat anak kita bisa mengalikan persamaan Aljabar di bawah ini:


jika operasi perkalian dasar satuan seperti 8x7, 9x5 atau operasi hitung perkalian ribuan seperti 3167x 8376 belum dikuasai dengan baik dan teliti? Faktanya, sebagian besar siswa tingkat SMP belum bisa menjawabnya dalam waktu singkat! Ini terjadi karena sebagian besar siswa SMP belum mampu "menangkap" logika perkalian satuan!

Dalam ensiklopedia Grolier, The New Book of Knowledge, buku pertama halaman 398 sampai 401 dikatakan bahwa: "The earliest arithmetic ideas have to do with quantity, not with counting."

Ini artinya ada aplikasi konsep yang salah dalam pembelajaran aritmetika selama ini! Manusia mempelajari aritmetika tidak untuk sekedar bisa berhitung cepat (jika hal ini yang dicari... ambil saja kalkulator)! Tapi lebih berdampak positif jika aritmetika diberikan pada siswa sekolah dasar dalam bentuk logika aritmetika (aritmetika bernalar).

Tetapi, hal ini bukan kesalahan anda atau guru anak anda…“… Kesulitan utama siswa sekolah dasar dalam berhitung (awal dunia matematika) adalah disebabkan karena mereka terlalu lama dibiasakan dengan metode berhitung cepat! Hal ini menjadi sebab utama siswa kehilangan daya nalarnya ketika menghadapi soal matematika dijenjang pendidikan berikutnya!”

Apakah ini disebabkan banyaknya metode berhitung yang akhir-akhir ini banyak bermunculan dengan konsep hitung cepat? Kemungkinan besar YA. Selebihnya, silahkan anda analisa lebih rinci lagi!.

Dalam konsep berhitung (sekarang lebih sering dikatakan “mental aritmetika”) sebenarnya bukan kecepatan dalam menjawab soal yang harus dikuasai, tetapi lebih kepada penguasaan konsep menemukan strategi termudah. Bukankah jika suatu strategi hitung semakin mudah digunakan maka kecepatan hitung akan dengan sendirinya tercapai?

Oleh karena itu, jika siswa atau anak kita sudah menguasai mental logika aritmetika, maka perkalian pada persamaan:


dapat dijawab dalam waktu singkat, sekitar 30 detik! Tapi ingat, untuk mencapai kecepatan seperti itu dalam menyelesaikan perkalian persamaan Aljabar dibutuhkan penguasaan konsep logika aritmetika dan latihan, latihan, latihan, latihan dan latihan. Aritmetika dan Aljabar sesungguhnya dua cabang matematika yang memiliki kesamaan nalar!

Matematika lahir dari refleksi dan kontemplasi atas tata aturan alam semesta yang mengatur segala yang tampak di hadapan kita sebagai dunia materi. Bukan dari kecepatan berhitung semata. Hanya pikiran yang tekun berlatih sajalah yang akan memiliki pikiran yang lincah dan terampil saat menghadapi tantangan yang tersaji dihadapannya.

Spiritual Islam Selamatkan Dunia

PSB online di Trenggalek ? mengapa tidak ?


Read More...

Senin, 07 Juni 2010

PSB online di Trenggalek ? mengapa tidak ?

Jika mengamati sistem penerimaan siswa baru yang dikatakan online dibeberapa daerah seperti Bojonegoro, Surabaya, dan sebagainya, sebenarnya sangatlah mudah untuk membangun sistem ini. Tidak perlu membayangkan memiliki server sendiri di Dinas Pendidikan atau bicara jardiknas yang amburadul itu. Apalagi bekerjasama dengan PT Telkom dengan produk PSB siap Onlinenya ? weleh-weleh, pake mbayar lagi, dan ujung-ujungnya bernilai proyek juga yang pada akhirnya dibebankan pada masyarakat.
Sistem PSB online di beberapa daerah itu ternyata hanyalah penggunaan sumberdaya bersama sebuah database oleh beberapa admin, sedangkan pendaftar bisa melakukan pendaftaran disekolah mana saja yang melayani sistem online. Sedangkan registrasi dan input data ternyata tetap dilakukan oleh admin di tiap sekolah masing-masing.
Kalau hanya begitu, dalam waktu kurang satu jam sebenarnya Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek sudah dapat membangun sebuah sistem PSB online !
Tidak perlu bekerjasama dengan SIAP onlinenya TElkom, apalagi membangun server sendiri ! Kenapa tidak menggunakan fasilitas google docs saja ? dan sebenarnya hampir sekolah-sekolah di kota sudah terhubung dengan jaringan internet ?

Silakan buat account di docs.google.com yang dikelola adminnya Dinas Pendidikan....
Buat sebuah file spreadsheet...
Buat sebuah Form dengan alamat URL yang sudah ditentukan oleh google....
Sematkan URL tersebut pada homepage dinas (kalau udah punya) dengan izin acces ditentukan khusus untuk admin-admin sekolah yang ditunjuk untuk melayani PSB online....
Kalau belum punya homepage, ya bikin aja blog gratis di wordpress atau blogspot dengan izin akses juga dibatasi pada adminnya saja....
Silakan admin dinas mengolah data spreadsheet yang sudah masuk...
Kalau perlu hasil entry data diumumkan terus menerus juga, sehingga masyarakat bisa memprediksi dimana akan diterima disekolah....
dan seterusnya... dan seterusnya...

jadi apanya yang sulit ?
sesungguhnya yang menjadi sulit adalah pikiran yang "kemelipen" sehingga hidupnya hanya habis untuk berpikir daripada bertindak... sedangkan permasalahan-permasalahan baru tidak pernah berhenti datang...

Akhirnya sistem PSB online ini memang memberikan kekuasaan besar pada Dinas Pendidikan untuk menentukan sebaran calon siswa sesuai minat, tempat, dan kemampuan masing-masing...
lebih easy gitu loh...

Majulah pendidikan di kotaku !

Artikel sang Guru

Politik Beras ?

mengapa banyak anak sekolah dasar belum mampu menguasai logika aritmetika?

Read More...

There is no compulsion in Islam, everyone enjoys freedom of worship and belief


There is no compulsion where the religion is concerned. Right guidance has become clearly distinct from error. Anyone who rejects false deities and believes in Allah has grasped the Firmest Handhold, which will never give way. Allah is All-Hearing, All-Knowing. (Surat al-Baqara, 256)

Islam is a religion of love and beauty. Since people who live by Islam see the essence and beauty of this beautiful faith and have a profound belief in Allah, they live in a state of great excitement and enthusiasm. This is an opening of the heart. The source of devotion to Islam is love of Allah. A Muslim prays because of his love of Allah. He performs his religious obligations and lives by the Qur’an because of his love of Allah. In the Qur’an, Allah describes Muslims in that regard as “those whose hearts turn to Allah” and “those who are unreservedly devoted.”

A Muslim comprehends Islam and the might of Allah with his mind and confirms them with his heart. As set out in a definitive pronouncement in the Qur’an, nobody can impose the religion on anyone else by the use of force or compulsion. If attempts are made to force anyone to convert to Islam, that may make him a hypocrite rather than a Muslim. The result is the kind of person who is totally opposed to Islam. Under pressure, the hypocrite will say that he is a Muslim, though in his heart he harbors a conception that is a far cry from the moral values of the Qur’an and is a fraud who harbors hatred for and is inimical to Islam and Muslims. Allah describes those who engage in hypocrisy in these terms in the Qur’an:

Among the people there are some who say, ‘We believe in Allah and the Last Day,’ when they are not believers. They think they deceive Allah and those who believe. They deceive no one but themselves but they are not aware of it. There is a sickness in their hearts and Allah has increased their sickness. They will have a painful punishment on account of their denial. (Surat al-Baqara, 8-10)

When they meet those who believe, they say, ‘We believe.’ But then when they go apart with their demons, they say, ‘We are really with you. We were only mocking.’ (Surat al-Baqara, 14)

That is because they have had belief and then returned to unbelief. So their hearts have been sealed up and they cannot understand. (Surat al-Munafiqun, 3)

There is a group of you who propagated the lie... (Surat an-Nur, 24)

There is a sickness in their hearts and Allah has increased their sickness. They will have a painful punishment on account of their denial. (Surat al-Baqara, 10)

Every Muslim has an obligation to preach the word of Islam and tell people of its pronouncements and excellent moral values. But this, the Qur’an states, can never be done through compulsion. The Qur’an may be communicated to Christians and Jews, but if these people insist of living by their own faiths, then there can be no question of forcing them to do otherwise.

For that reason, Allah says, “There is no compulsion in the religion” and speaks of the need for voluntary love. Compelling people to be Muslims is prohibited in Islam.

By the will of Allah, the coming of Hazrat Mahdi (as) in the End Times in which we are living is close at hand. In the time of Hazrat Mahdi (as) people will comprehend the essence of the religion and will turn to belief in Allah en masse. Hazrat Mahdi (as) will rule Muslims with the Qur’an, Christians with the Gospel and Jews with the Torah. Hazrat Mahdi (as) will spill no blood and, as commanded in the Qur’an, will call on people to believe in Allah and see the essence of the religion with love and sound counsel.

Mengapa kita tidak dapat melihat Allah ?

Lapisan-Lapisan Atmosfer

Read More...

Minggu, 06 Juni 2010

Politik Beras ?

oleh Frans R. Siahaan

Selama puluhan tahun, di Indonesia berkembang anggapan bahwa masyarakat yang memakan beras lebih “terhormat”, lebih “modern”, dan lebih “berbudaya”, dibandingkan masyarakat yang mengkomsumsi jagung, ubi, keladi, atau sagu sebagai bahan pangan pokok lainnya.

Pemahaman ini semakin dikuatkan oleh politik pangan pemerintah yang “memaksakan” beras menjadi makanan pokok seluruh rakyat negeri yang Bhinneka Tunggal Ika ini. Pemerintah menganggap bahwa ekonomi suatu keluarga dikatakan sejahtera apabila keluarga itu sanggup makan nasi. Politik pangan ini semakin diperparah dengan kebijakan penyaluran beras miskin (raskin). Seolah-seolah semua rakyat miskin di negeri ini membutuhkan beras sebagai makanan pokok. Padahal makanan pokok hanyalah salah satu sumber asupan karbohidrat yang juga bisa diperoleh dari berbagai bahan pangan lain.

Sagu misalnya, menurut Prof. Astawan dari IPB, hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung sagu memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, yaitu mengandung 84,7 g per 100 g bahan. Kadar karbohidrat tersebut setara dengan yang terdapat pada tepung beras, singkong, dan kentang. Bahkan dibandingkan dengan jagung dan terigu, kandungan karbohidrat sagu relatif lebih tinggi. Kandungan energi dalam 100 gram tepung sagu (353 kkal) hampir setara dengan bahan pangan pokok lain berbentuk tepung, seperti beras, jagung, singkong, kentang, dan terigu. (Kompas, 05/03/04)

Lebih lanjut Prof. Carmencita dari UNPAD mengatakan bahwa ditinjau dari segi gizi, singkong, sagu, ataupun beras sama- sama membutuhkan lauk-pauk yang baik untuk memperoleh gizi seimbang bagi tubuh. Tidak bisa hanya menggantungkan pada nasi semata tanpa lauk-pauk lain untuk mendapat makanan bergizi baik (Kompas, 17/01/04). Dalam prakteknya nenek moyang orang Mentawai begitu cerdasnya yang secara turun-temurun telah menerapkan konsep diversifikasi komsumsi pangan, yaitu dengan mengkombinasikan sagu dengan ikan-termasuk lokan-dan hewan (sebagai sumber protein) dan berbagai sayuran (sebagai sumber vitamin, mineral, antioksidan, dan serat pangan) untuk mendapatkan gizi seimbang.

Sebenarnya tidak ada alasan untuk mengganti sagu dengan beras. Namun anehnya, dalam acara Pelatihan Kelompok Tani 2004 yang diadakan di Hotel Pangeran City Padang beberapa waktu yang lalu, M. Iqbal Salakkau, Staf Seksi Penyuluhan Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Kep Mentawai mengatakan bahwa masyarakat perlu merubah pola pertanian dari sagu ke beras (Haluan, 22/07/04, Singgalang, 23/07/04)
Membicarakan sagu (Metroxylon sagu) di Mentawai pastilah selalu merujuk ke Siberut, karena masyarakat asli Mentawai di pulau ini umumnya masih mengkomsumsi sagu sebagai makanan pokok. Ada beberapa alasan mengapa kita harus tetap mempertahankan sagu di Siberut dan tidak menggantinya dengan beras.

Pertama, hanya sedikit lahan di Siberut yang sesuai untuk tanaman padi, yaitu sekitar 7%-10% dari luas total Siberut. Lahan ini umumnya lahan gambut yang terdapat pada satuan lahan (land unit) alluvial dan marin di pesisir timur Siberut. Itu pun tidak semua tanah pada kedua satuan lahan tersebut dapat dibuat persawahan. Pada tanah Hydraquents, Tropohemists, dan Troposamments pembuatan sawah sama sekali tidak direkomendasikan. Kalaupun pada kedua satuan lahan tersebut dibuka menjadi persawahan, maka harus mengeluarkan investasi yang cukup besar untuk pembiayaan masukan teknologi berupa pengaturan tata air, pengendalian erosi, pelumpuran dan banjir, peningkatkan kesuburan tanah, dan tindakan konservasi. Karena kedua satuan lahan ini memiliki sistem drainase yang buruk, kandungan unsur hara yang miskin, serta sangat rawan terhadap erosi, pelumpuran dan banjir yang berasal dari satuan lahan di atasnya. Dengan demikian investasi pembukaan sawah dan biaya perawatan yang harus dikeluarkan untuk budidaya padi tidak sebanding dengan produksi beras yang dihasilkan. Kita harus belajar dari kasus kegagalan mega proyek penuh ambisius yang dilakukan oleh Soeharto pada pembukaan lahan sejuta hektar di lahan gambut Kalimantan Tengah, karena persoalan keterbatasan daya dukung lahan (carrying capacity) dan pembiayaan.

Kedua, tanaman sagu, kebun campuran, bakau, dan semak belukar umumnya terdapat pada satuan lahan alluvial dan marin. Ekosistem pada kedua satuan lahan ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan ekosistem lainnya yang terdapat di Siberut. Perubahan ekosistem karena ketidakcermatan dalam pembukaan lahan sawah untuk tanaman monokultur padi akan mempengaruhi ekosistem lainnya, dan pada gilirannya akan merusak karakter hidro-orologis Siberut yang memang sangat rawan. Pada akhirnya kerusakan ini bukan hanya berdampak pada manusia, flora, fauna, dan bencana alam, tetapi juga akan turut menyusutkan luasan P. Siberut dalam jangka panjang.

Ketiga, Sagu merupakan makanan pokok yang merupakan bagian dari budaya masyarakat asli Siberut yang telah diwariskan sejak turun temurun. Tidak ada budaya menamam padi bagi masyarakat asli Siberut. Kalaupun ada yang mencoba menanam padi, itu karena proyek pemerintah dan pengaruh dari para pendatang, itu pun umumnya tidak berhasil. Seorang bapak dari Salappa’ yang sudah biasa ke Padang mengatakan bahwa rasanya belumlah makan kalau belum makan sagu. Sama seperti orang Jawa yang merasa belum makan kalau belum makan nasi. Membiasakan makan nasi bagi masyarakat Siberut hanya akan membuat masyarakat sangat tergantung pada beras. Padahal kalaupun sawah dibuka, maka hanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan beras masyarakat Siberut saja pun tidak mencukupi karena keterbatasan luasan lahan dan daya dukung lahan, sehingga mau tidak mau beras harus diimpor dari luar. Padahal harga beras di Siberut sangat tinggi dan daya beli masyarakat masih sangat rendah. Apalagi Indonesia merupakan pengimpor beras terbesar di dunia yang harga beras lebih ditentukan oleh pasar global dan kebijakan Jakarta. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi kemudian jika masyarakat telah terbiasa dengan beras, sementara untuk membeli beras tidak sanggup, maka ancaman kelaparan akan terbuka lebar.

Mencermati alasan-alasan di atas, maka pernyataan M. Iqbal Salakkau yang notabene putera asli Siberut, tentang perlunya masyarakat Mentawai merubah pola pertanian dari sagu ke beras adalah kekeliruan besar. Sagu telah terbukti selama ini sebagai sumber ketersediaan pangan (food availability), kualitas pangan (food quality), kemudahan memperoleh pangan (food accessibility), serta sekaligus meningkatkan ketahanan pangan (food security) di Mentawai. Justeru seharusnya yang perlu dilakukan Pemda adalah bagaimana agar sagu ditingkatkan budidaya dan produksinya dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, dan bagaimana agar sagu memiliki keunggulan kompetitif yang dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga dan membuka lapangan kerja. Di Kalimantan dan Papua, sagu bukan hanya sebagai makanan pokok tetapi juga telah menjadi industri rakyat untuk bahan utama pembuatan kue, mie bihun, dan bahkan untuk campuran pembuatan lem yang dikirim ke Jawa dan bahkan diekspor ke negara-negara Asia Timur, terutama Jepang.

Disamping berupa kapurut dan siobbuk, dari bahan dasar sagu juga dapat dihasilkan beragam produk makanan yang menarik, seperti skotel, aneka keik, kue talam, lompong sagu, puding, kue kenari, kue tart, bolu, atau “kue modern” lainnya. Tergantung kreativitas kokinya. Toh pengolahan bahan sagu hanya menggunakan teknologi sederhana, namun perlu diperhatikan agar tetap higienis. Satu atau dua tahun ke depan, ketika mengikuti acara-acara resmi yang diselenggrakan oleh Pemda Mentawai, saya merindukan suguhan aneka makanan yang terbuat dari bahan sagu sebagai makanan khas dan kebanggan masyarakat Mentawai . Moi pa’?

Artikel sang Guru

Alat Deteksi Kebohongan

PSB online di Trenggalek ? mengapa tidak ?


Read More...