Sabtu, 26 Juni 2010
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU
Jumat, 25 Juni 2010
Berguru Ke Matahari
- Matahari yang menumbuhkan daya hidup orang yang dipimpin,
- Bulan yang lembut dan penuh harapan
- Bintang yang menjadi teladan dan pedoman dalam kehidupan
- Langit yang berjiwa besar
- Angin yang harus manunggal sehingga mengerti betul dengan aspirasi
- Api yang menghangatkan suasana dan tegas
- Samudra yang harus bijaksana dan menyejukan
- Tanah yang harus bersikap teguh, murah hati dan suka beramal
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN yang EFEKTIF
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN yang EFEKTIF
Berguru Ke Matahari
Solusi pembelajaran internet TIK atau KKPI di sekolah yang belum terpasang jaringan internet
Kejawen ?
Dalam pertunjukan wayangpun sang wali selalu mengadakan di halaman masjid, yang disekelilingnya di beri parit melingkar berair jernih. Guna parit ini tak lain adalah untuk melatih para penonton wayang untuk wisuh atau mencuci kaki mereka sebelum masuk masjid. Simbolisasi dari wudu yang disampaikan secara baik.
Filsafat Ilmu
Semua ilmu adalah sama
Senin, 21 Juni 2010
Mengubah angka nilai rapor ke nilai huruf dengan bantuan MS EXCELL
entah itu dalam bentuk rapor, KHS maupun transkrip. Mungkin ini adalah pekerjaan yang cukup menjemukan khususnya bagi para wali kelas. Apabila kita mengerjakan pelaporan diatas dengan bantuan MS Excell, mungkin membantu sedikit, tetapi sering juga harus dibuat pusing manakala harus merubah nilai angka menjadi nilai huruf. Dengan kesabaran penuh biasanya sang wali mengetik satu persatu...
contoh :
nilai 7,75 harus di hurufkan Tujuh koma Tujuh Lima....
duh, capeknya , apalagi klo harus ngerjaian sampe 36 siswa... :((
bagi beberapa guru yang sudah sedikit mengerti formula, juga masih dibingungkan pakai formula apa, karena paling paling pengetahuan tertingginya sebatas fungsi IF, atau mungkin sampai CONCENATE... apa itu... bingung aku...
nah, bapak ibu guru wali yang tercinta, marilah kita buat function secara user defined aja dengan bermain-main Visual basic dari macro... jangan keburu bilang, duh sulitnya !
Enggak koq, gampang sekali, ikuti petunjuk berikut :
- klik tool pada menu bar,
- pilih macro
- pilih visual basic editor, maka akan muncul jendela VBE
- klik insert di menu bar VBE pilih module, maka akan muncul code editor kita, nah sekarang downloadlah script berikut (klik disini) terlebih dahulu :
- sehabis anda download bukalah file download dengan notepad, kemudian silakan dikopi (block klik kanan copy)
- kembali ke VBE editor, silakan anda paste script yang telah anda copy di code editor... sudah ? maka anda sudah mempunyau fungsi tersendiri dengan nama terbilang
- klik file dan pilih close and return to excell
- pilihlah cell dimana anda ingin memberi nilai huruf, biasanya disamping kanan nilai angka kan ?
- kemudia klik insert, pilih pilih function, pilih user defined, pilih terbilang
- akan muncul jendela terbilang, kemudian sorotlah nilai angka, kemudian oke,
- insyaallah kalau lancar, nilai angka anda akan secara otomatis berubah menjadi nilai huruh,
Tutorial Macomedia Flash 8
Jumat, 18 Juni 2010
PENGETAHUAN AL QUR'AN
Al Qur'an adalah kalam Allah Yang Maha Kuasa, Pencipta segala sesuatu dari ketiadaan. Dialah Tuhan yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Dalam sebuah ayat, Allah menyatakan dalam Al Qur'an "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (Al Qur'an, 4:82) Tidak hanya kitab ini bebas dari segala pertentangan, akan tetapi setiap penggal informasi yang dikandung Al Qur'an semakin mengungkapkan keajaiban kitab suci ini hari demi hari.
Apa yang menjadi kewajiban manusia adalah untuk berpegang teguh pada kitab suci yang Allah turunkan ini, dan menerimanya sebagai satu-satunya petunjuk hidup. Dalam salah satu ayat, Allah menyeru kita:
Dalam beberapa ayat-Nya yang lain, Allah menegaskan:
Selasa, 15 Juni 2010
Membuat Media Belajar Interaktif dengan Swishmax sangat asyik
misalnya apabila kita ingin membuat soal latihan interaktif seperti berikut ini :
untuk membuat media interaktif diatas jangan membayangkan sebuah program yang rumit. Dan pada kenyataanya adalah mudah sekali. Dengan sedikit belajar swishmax kita dapat membuat berbagai macam media belajar, mulai soal interaktif, animasi fisika, tutorial video, dan sebagainya.
Syarat untuk memulai belajar swishmax, tentu saja harus mempunyai software master dari swishmax. Pada kesempatan ini walaupun pak Guru tahu ini melanggar HAKI dari pemegang hak cipta, NISG bersedia memberikan software Swismax ini secara gratis, atau mungkin anda juga dapat mengunduhnya dari berbagai situs penyedia, tentu saja harus dengan sabar mencari yang gratisan, hehe...
Apabila anda sudah menginstall swishmax di komputer anda, tidak perlu ragu langsung aja buka program tersebut. Sebenarnya jika anda sudah pernah bermain dengan software2 pengolah video, swishmax hampir sama saja, hanya diberi tambahan bahwa kita diperkenankan mengolah dengan script-script program komputer.
NISG juga bersedia memberikan bantuan latihan belajar swishmax baik secara online maupun tatap muka, dan dijamin semuanya diberikan dengan gratis dan penuh cinta.
so, kenapa bapak-ibu guru malas untuk berkembang ? majulah guru-guru indonesia...
Memimpikan PSB yang kredible dan transparan
Solusi pembelajaran internet TIK atau KKPI di sekolah yang belum terpasang jaringan internet
Senin, 14 Juni 2010
Memimpikan PSB yang kredible dan transparan
hanya untuk direnungkan, syukur-syukur bisa dilaksanakan...
Spiritual Islam Selamatkan Dunia
Membuat Media Belajar Interaktif dengan Swishmax sangat asyik
Minggu, 13 Juni 2010
Islam: Agama yang Berkembang Paling Pesat di Eropa
Kegelapan dan Gelombang di Dasar Lautan
PENGETAHUAN AL QUR'AN
DUNIA ILMIAH BERPALING KEPADA TUHAN
"Sudah terlampau sulit bahkan untuk memulai berpikir tentang membangun sebuah teori alamiah tentang evolusi makhluk hidup pertama yang dapat berkembang biak."
"Saya telah menjadi yakin bahwa sungguh mustahil makhluk hidup pertama berevolusi dari benda mati dan kemudian berkembang menjadi makhluk yang luar biasa rumitnya. "
"Kecerdasan Meliputi Alam Semesta"dan Keruntuhan Ateisme
Perangkat Penerbangan Hebat pada Serangga
Nama Para Nabi Tertulis dalam Prasasti Ebla, 1500 Tahun Lebih Tua daripada Taurat
Sejarah Agama-Agama Zaman Dahulu
Pentingnya Nama-Nama yang Disebut dalam Prasasti Ebla
Nama-Nama Lain di dalam Prasasti
Janji Allah Adalah Benar…
Perangkat Penerbangan Hebat pada Serangga
Pemecahan Masalah bagi Gangguan Vena dari Gen Kutu
Big Bang, Ledakan yang Menghancurkan Paham Materialisme
DUNIA ILMIAH BERPALING KEPADA TUHAN
Sabtu, 12 Juni 2010
Jumat, 11 Juni 2010
Jangan padamkan lilin Harapan
jangan pernah hilang harapan dari hidupmu,
harapanlah yang membuat pagi menjadi cerah,
harapan pula yang menghiasi mimpi-mimpi malam menjadi indah,
keep smile my child....
Perenungan sang Guru
Small is beautiful
Big Bang, Ledakan yang Menghancurkan Paham Materialisme
untuk mendownload buku pak Guru ini, klik disini
Perangkat Penerbangan Hebat pada Serangga
Ledakan Bintang Yang Mengubah Teori Supernova
Spiritual Islam Selamatkan Dunia
Putra Mahkota Kerajaan Inggris, Pangeran Charles, mengakui bahwa dengan mengikuti prinsip-prinsip spiritual Islam, dunia akan dapat terselamatkan. Hal itu disampaikan Pangeran Charles dalam pidatonya yang bertema "Islam and the Environment" di Gedung Sheldonian Teater, Universitas Oxford, Oxford, Inggris, sebagaimana dilaporkan harian terkemuka Inggris, Daily Mail, Kamis (10/6/2010).Pangeran itu, yang menganut Kristen dan akan menjadi kepala gereja Inggris bila naik takhta menjadi Raja Inggris, berbicara secara mendalam mengenai Al Quran yang dipelajarinya sendiri. Charles mengatakan, tidak ada pemisahan antara manusia dan alam, dan mengatakan, "Kita harus selalu hidup dalam lingkungan yang terbatas."
Ia berbicara kepada para sarjana di Pusat Studi Islam Oxford dalam rangka dan mencoba untuk mendorong pemahaman yang lebih baik dari budaya dan peradaban agama. Dalam pidato yang menandai ulang tahun ke-25 Pusat Studi Islam Oxford, tempat ia menjadi pelindungnya, Charles mengajak untuk memahami agama dengan mata pelajaran favorit lain seperti lingkungan. "Islam selalu mengajarkan keseimbangan dan bila kita mengabaikannya, sangat bertentangan dengan penciptaan," demikian Pangeran Charles.
Artikel sang Guru
mengapa banyak anak sekolah dasar belum mampu menguasai logika aritmetika?
Memimpikan PSB yang kredible dan transparan
Kamis, 10 Juni 2010
Peringkat 5 besar Festifal Film Pelajar Indonesia adalah cah ndusun ngGalek
| Judul | Sutradara | Sekolah |
| Novel (In Memoriam) | Yusuf Musthofa | SMKN 2 Buduran Sidoarjo, Jawa Timur |
| Dinda dan Anonymous | Ayu Ashari Hutagalung | SMAI Al-Azhar 4 Bekasi, Jawa Barat |
| 17 Yang Terlupakan | Irham Hariyadi | SMKN 3 Jepara, Jawa Tengah |
| Indonesia Kebanggaanku | Nanda Alvinsyah Hafid | SMKN 1 Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur |
| Untukku Untukmu dan Untuk Negeri Kita | Novanda Fibrianti | SMKN 1 Pogalan Trenggalek, Jawa Timur |
Kiprah Para Bocah Merakit Robot
Baduy, bertahan dtengah terpaan zaman
Rabu, 09 Juni 2010
Kegelapan dan Gelombang di Dasar Lautan
"Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun." (Al Qur'an, 24:40)Keadaan umum tentang lautan yang dalam dijelaskan dalam buku berjudul Oceans:
Kegelapan dalam lautan dan samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200 meter atau lebih. Pada kedalaman ini, hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak terdapat cahaya sama sekali. (Elder, Danny; and John Pernetta, 1991, Oceans, London, Mitchell Beazley Publishers, s. 27)
Kini, kita telah mengetahui tentang keadaan umum lautan tersebut, ciri-ciri makhluk hidup yang ada di dalamnya, kadar garamnya, serta jumlah air, luas permukaan dan kedalamannya. Kapal selam dan perangkat khusus yang dikembangkan menggunakan teknologi modern, memungkinkan para ilmuwan untuk mendapatkan informasi ini.
Manusia tak mampu menyelam pada kedalaman di bawah 40 meter tanpa bantuan peralatan khusus. Mereka tak mampu bertahan hidup di bagian samudra yang dalam nan gelap, seperti pada kedalaman 200 meter. Karena alasan inilah, para ilmuwan hanya baru-baru ini saja mampu menemukan informasi sangat rinci tersebut tentang kelautan. Namun, pernyataan "gelap gulita di lautan yang dalam" digunakan dalam surat An Nuur 1400 tahun lalu. Ini sudah pasti salah satu keajaiban Al Qur’an, sebab infomasi ini dinyatakan di saat belum ada perangkat yang memungkinkan manusia untuk menyelam di kedalaman samudra.
Selain itu, pernyataan di ayat ke-40 surat An Nuur "Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan…" mengarahkan perhatian kita pada satu keajaiban Al Qur’an yang lain.
Para ilmuwan baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang di dasar lautan, yang "terjadi pada pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda." Gelombang yang dinamakan gelombang internal ini meliputi wilayah perairan di kedalaman lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini air laut memiliki massa jenis lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat tertentu. (Gross, M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6. edition, Englewood Cliffs, Prentice-Hall Inc., s. 205)
Pernyataan-pernyataan dalam Al Qur'an benar-benar bersesuaian dengan penjelasan di atas. Tanpa adanya penelitian, seseorang hanya mampu melihat gelombang di permukaan laut. Mustahil seseorang mampu mengamati keberadaan gelombang internal di dasar laut. Akan tetapi, dalam surat An Nuur, Allah mengarahkan perhatian kita pada jenis gelombang yang terdapat di kedalaman samudra. Sungguh, fakta yang baru saja diketemukan para ilmuwan ini memperlihatkan sekali lagi bahwa Al Qur'an adalah kalam Allah.
"HAMAN" DAN BANGUNAN MESIR KUNO
Angin yang Mengawinkan
Islam: Agama yang Berkembang Paling Pesat di Eropa
Angin yang Mengawinkan
Dalam sebuah ayat Al Qur’an disebutkan sifat angin yang mengawinkan dan terbentuknya hujan karenanya."Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya." (Al Qur'an, 15:22)
Dalam ayat ini ditekankan bahwa fase pertama dalam pembentukan hujan adalah angin. Hingga awal abad ke 20, satu-satunya hubungan antara angin dan hujan yang diketahui hanyalah bahwa angin yang menggerakkan awan. Namun penemuan ilmu meteorologi modern telah menunjukkan peran "mengawinkan" dari angin dalam pembentukan hujan.
Fungsi mengawinkan dari angin ini terjadi sebagaimana berikut:
Di atas permukaan laut dan samudera, gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung ini pecah, ribuan partikel kecil dengan diameter seperseratus milimeter, terlempar ke udara. Partikel-partikel ini, yang dikenal sebagai aerosol, bercampur dengan debu daratan yang terbawa oleh angin dan selanjutnya terbawa ke lapisan atas atmosfer. . Partikel-partikel ini dibawa naik lebih tinggi ke atas oleh angin dan bertemu dengan uap air di sana. Uap air mengembun di sekitar partikel-partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran-butiran air ini mula-mula berkumpul dan membentuk awan dan kemudian jatuh ke Bumi dalam bentuk hujan.
Sebagaimana terlihat, angin “mengawinkan” uap air yang melayang di udara dengan partikel-partikel yang di bawanya dari laut dan akhirnya membantu pembentukan awan hujan.
Apabila angin tidak memiliki sifat ini, butiran-butiran air di atmosfer bagian atas tidak akan pernah terbentuk dan hujanpun tidak akan pernah terjadi.
Hal terpenting di sini adalah bahwa peran utama dari angin dalam pembentukan hujan telah dinyatakan berabad-abad yang lalu dalam sebuah ayat Al Qur’an, pada saat orang hanya mengetahui sedikit saja tentang fenomena alam…
Fungsi Gunung
Kegelapan dan Gelombang di Dasar Lautan
Fungsi Gunung
Al Qur’an mengarahkan perhatian kita pada fungsi geologis penting dari gunung."Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..." (Al Qur'an, 21:31)
Sebagaimana terlihat, dinyatakan dalam ayat tersebut bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di permukaan bumi.
Kenyataan ini tidaklah diketahui oleh siapapun di masa ketika Al Qur’an diturunkan. Nyatanya, hal ini baru saja terungkap sebagai hasil penemuan geologi modern.
Menurut penemuan ini, gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung. Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi.
Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut:
Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma. (General Science, Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 305)
Dalam sebuah ayat, peran gunung seperti ini diungkapkan melalui sebuah perumpamaan sebagai "pasak":
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?" (Al Qur'an, 78:6-7)
Dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.
Fungsi pemancangan dari gunung dijelaskan dalam tulisan ilmiah dengan istilah "isostasi". Isostasi bermakna sebagai berikut:
Isostasi: kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi. (Webster's New Twentieth Century Dictionary, 2. edition "Isostasy", New York, s. 975)
Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern dan penelitian gempa, telah dinyatakan dalam Al Qur’an berabad-abad lampau sebagai suatu bukti Hikmah Maha Agung dalam ciptaan Allah.
"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..." (Al Qur'an, 21:31)
Lapisan-Lapisan Atmosfer
Angin yang Mengawinkan
Lapisan-Lapisan Atmosfer
Satu fakta tentang alam semesta sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an adalah bahwa langit terdiri atas tujuh lapis.1. Troposfer
2. Stratosfer
3. Ozonosfer
4. Mesosfer
5. Termosfer
6. Ionosfer
7. Eksosfer
Fungsi Gunung
There is no compulsion in Islam, everyone enjoys freedom of worship and belief
Selasa, 08 Juni 2010
Padu Alam Memukau di Danau Ranau
Prius, Sang Hibrida yang Jenius
Rafflesia di Hulu Musi
mengapa banyak anak sekolah dasar belum mampu menguasai logika aritmetika?
Ini artinya ada aplikasi konsep yang salah dalam pembelajaran aritmetika selama ini! Manusia mempelajari aritmetika tidak untuk sekedar bisa berhitung cepat (jika hal ini yang dicari... ambil saja kalkulator)! Tapi lebih berdampak positif jika aritmetika diberikan pada siswa sekolah dasar dalam bentuk logika aritmetika (aritmetika bernalar).
Tetapi, hal ini bukan kesalahan anda atau guru anak anda…“… Kesulitan utama siswa sekolah dasar dalam berhitung (awal dunia matematika) adalah disebabkan karena mereka terlalu lama dibiasakan dengan metode berhitung cepat! Hal ini menjadi sebab utama siswa kehilangan daya nalarnya ketika menghadapi soal matematika dijenjang pendidikan berikutnya!”
Apakah ini disebabkan banyaknya metode berhitung yang akhir-akhir ini banyak bermunculan dengan konsep hitung cepat? Kemungkinan besar YA. Selebihnya, silahkan anda analisa lebih rinci lagi!.
Spiritual Islam Selamatkan Dunia
PSB online di Trenggalek ? mengapa tidak ?
Senin, 07 Juni 2010
PSB online di Trenggalek ? mengapa tidak ?
Jika mengamati sistem penerimaan siswa baru yang dikatakan online dibeberapa daerah seperti Bojonegoro, Surabaya, dan sebagainya, sebenarnya sangatlah mudah untuk membangun sistem ini. Tidak perlu membayangkan memiliki server sendiri di Dinas Pendidikan atau bicara jardiknas yang amburadul itu. Apalagi bekerjasama dengan PT Telkom dengan produk PSB siap Onlinenya ? weleh-weleh, pake mbayar lagi, dan ujung-ujungnya bernilai proyek juga yang pada akhirnya dibebankan pada masyarakat.Sistem PSB online di beberapa daerah itu ternyata hanyalah penggunaan sumberdaya bersama sebuah database oleh beberapa admin, sedangkan pendaftar bisa melakukan pendaftaran disekolah mana saja yang melayani sistem online. Sedangkan registrasi dan input data ternyata tetap dilakukan oleh admin di tiap sekolah masing-masing.
Kalau hanya begitu, dalam waktu kurang satu jam sebenarnya Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek sudah dapat membangun sebuah sistem PSB online !
Tidak perlu bekerjasama dengan SIAP onlinenya TElkom, apalagi membangun server sendiri ! Kenapa tidak menggunakan fasilitas google docs saja ? dan sebenarnya hampir sekolah-sekolah di kota sudah terhubung dengan jaringan internet ?
Silakan buat account di docs.google.com yang dikelola adminnya Dinas Pendidikan....
Buat sebuah file spreadsheet...
Buat sebuah Form dengan alamat URL yang sudah ditentukan oleh google....
Sematkan URL tersebut pada homepage dinas (kalau udah punya) dengan izin acces ditentukan khusus untuk admin-admin sekolah yang ditunjuk untuk melayani PSB online....
Kalau belum punya homepage, ya bikin aja blog gratis di wordpress atau blogspot dengan izin akses juga dibatasi pada adminnya saja....
Silakan admin dinas mengolah data spreadsheet yang sudah masuk...
Kalau perlu hasil entry data diumumkan terus menerus juga, sehingga masyarakat bisa memprediksi dimana akan diterima disekolah....
dan seterusnya... dan seterusnya...
jadi apanya yang sulit ?
sesungguhnya yang menjadi sulit adalah pikiran yang "kemelipen" sehingga hidupnya hanya habis untuk berpikir daripada bertindak... sedangkan permasalahan-permasalahan baru tidak pernah berhenti datang...
Akhirnya sistem PSB online ini memang memberikan kekuasaan besar pada Dinas Pendidikan untuk menentukan sebaran calon siswa sesuai minat, tempat, dan kemampuan masing-masing...
lebih easy gitu loh...
Majulah pendidikan di kotaku !
Artikel sang Guru
Politik Beras ?
mengapa banyak anak sekolah dasar belum mampu menguasai logika aritmetika?
There is no compulsion in Islam, everyone enjoys freedom of worship and belief
Among the people there are some who say, ‘We believe in Allah and the Last Day,’ when they are not believers. They think they deceive Allah and those who believe. They deceive no one but themselves but they are not aware of it. There is a sickness in their hearts and Allah has increased their sickness. They will have a painful punishment on account of their denial. (Surat al-Baqara, 8-10)
When they meet those who believe, they say, ‘We believe.’ But then when they go apart with their demons, they say, ‘We are really with you. We were only mocking.’ (Surat al-Baqara, 14)
That is because they have had belief and then returned to unbelief. So their hearts have been sealed up and they cannot understand. (Surat al-Munafiqun, 3)
There is a group of you who propagated the lie... (Surat an-Nur, 24)
There is a sickness in their hearts and Allah has increased their sickness. They will have a painful punishment on account of their denial. (Surat al-Baqara, 10)
Mengapa kita tidak dapat melihat Allah ?
Lapisan-Lapisan Atmosfer
Minggu, 06 Juni 2010
Politik Beras ?
Selama puluhan tahun, di Indonesia berkembang anggapan bahwa masyarakat yang memakan beras lebih “terhormat”, lebih “modern”, dan lebih “berbudaya”, dibandingkan masyarakat yang mengkomsumsi jagung, ubi, keladi, atau sagu sebagai bahan pangan pokok lainnya.
